Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cukai rokok.Foto ilustrasi: IST

Cukai rokok.Foto ilustrasi: IST

Menkeu Yakin Inflasi Terkendali Meski Cukai Rokok Naik

Gora Kunjana, Selasa, 17 September 2019 | 12:48 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakini tingkat inflasi akan tetap terjaga untuk tahun 2020, meski pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% tahun depan.

"Jadi keseluruhan kami tetap optimistis akan sesuai dengan target inflasi untuk tahun depan," kata Sri Mulyani usai melantik pejabat eselon tiga di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa.

Menurut Sri Mulyani, keyakinan inflasi terjaga karena dalam postur belanja negara pada akhir tahun hingga tahun 2020, kebutuhan masyarakat ekonomi menengah ke bawah diperhatikan.

Belanja itu, lanjut Sri Mulyani, utamanya untuk peningkatan kebutuhan jaminan sosial dan peningkatan untuk kebutuhan sumber daya manusia, sehingga kenaikan tarif cukai rokok tidak mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.

Apalagi, lanjut dia, pemerintah ingin mengurangi dan mengontrol konsumsi rokok karena berpengaruh kepada kesehatan.

Dalam postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020, asumsi tingkat inflasi mencapai 3,1%.

Pemerintah memutuskan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran menjadi 35% mulai 1 Januari 2020.

Kebijakan cukai itu bertujuan untuk mengurangi konsumsi, kemudian untuk mengatur industri dan yang ketiga adalah penerimaan negara.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN