Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga hartarto. Foto: IST

Airlangga hartarto. Foto: IST

Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Bangkit Kuartal III

Kamis, 6 Agustus 2020 | 20:45 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasionak (PEN) Airlangga Hartarto optimistis ekonomi nasional bangkit kuartal III-2020, setelah turun 5,32% kuartal II. Pemerintah bakal menempuh sejumlah strategi agar perekonomian kembali positif kuartal III dan IV.

Airlangga menuturkan, strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah, optimalisasi belanja dilakukan dengan implementasi PEN, dan peningkatan daya beli masyarakat, serta dukungan di sektor yang diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi pada triwulan III dan IV.

"Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, termasuk BUMN, harus berpartisipasi," kata Airlangga, Kamis (6/8/2020). 

Menurut dia, kuartal III menjadi penentu perekonomian Indonesia memasuki resesi ataukah tidak. Apabila ekonomi pada Juli , Agustus, dan September kembali minus, otomatis perekonomian masuk jurang resesi.

"Pemerintah juga membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan PEN untuk meningkatkan koordinasi, sehingga perencanaan dan eksekusi dari kedua target, yaitu kesehatan dan ekonomi, dapat berjalan beriringan atau tercapai sekaligus," ujar Airlangga.

Menurut dia, program penanganan wabah yang serius dan terstruktur akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangan untuk melakukan aktivitas konsumsi ataupun investasi. Adapun daya beli masyarakat akan dijaga dengan bantuan sosial dan subsidi. Dunia usaha akan dibanjiri beragam insentif agar permintaan domestik terjaga.

Selain itu, lanjutnya, penanganan aspek kesehatan yang dimaksud meliputi peningkatan pengujian dan pelacakan penyebaran Covid-19, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta pengadaan obat. Hal yang tak kalah penting adalah persiapan produksi dan distribusi vaksin dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menilai, dampak yang dialami Indonesia masih lebih baik ketimbang negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Contohnya, Singapura yang ekonominya turun 12,6% dan Jepang yang diprediksi kontraksinya 10%.

Arif menjelaskan, Indonesia tidak mengalami penurunan yang lebih dalam dari negara lain karena sudah mengantisipasinya dengan berbagai kebijakan berupa stimulis ekonomi dan bantuan sosial. Menurutnya, bansos memang menjadi jaring pengaman yang disiapkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN