Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menko Perekonomian: Realisasi PEN Capai Rp 411,7 Triliun

Senin, 4 Oktober 2021 | 17:18 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga  Jumat (1/10) baru mencapai Rp 411,7 triliun atau 55,3% dari pagu Rp 744,7 triliun. Anggaran ini terbagi untuk sejumlah pos untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Pertama realisasi klaster kesehatan  Rp 104 triliun  atau 48,4% dari pagu Rp 214,96 triliun. Dana tersebut digunakan untuk sejumlah kegiatan yaitu  pembangunan rumah sakit  darurat Asrama Haji Pondok Gede, pembagian Paket obat untuk masyarakat  serta biaya perawatan untuk 477,44 ribu pasien. Dana di bidang kesehatan juga digunakan untuk  insentif bagi 1,07 juta tenaga kesehatan (nakes) pusat dan santunan kematian untuk 397 nakes pengadaan 105 juta dosis vaksin serta bantuan iuran JKN untuk 29,29 juta orang.

“Kalau kita lihat dari segi kesehatan itu sebesar Rp 104,1 triliun baik diagnostif, theurapetik, dan vaksinasi,” ucap Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan PPKM pada Senin (4/10).

Realisasi anggaran klaster perlindungan sosial adalah 62,9% atau  Rp 117,9 triliun dari pagu Rp186,64 triliun. Dana tersebut digunakan untuk program keluarga harapan bagi 9,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kartu sembako untuk 17 juta KPM, Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 10 juta KPM.

“Realisasi untuk PKH sudah mencapai Rp  20,72 triliun atau 73,2%.  Realisasi  untuk kartu sembako  Rp 29,21  triliun atau 58% dari pagu,” ucapnya.

Bantuan Langsung Tunai  (BLT) Desa untuk 5,62 juta KPM, kartu pra kerja untuk 5,22 juta orang ,serta bantuan kuota internet untuk 36,1 juta penerima.  Alokasi di perlindungan sosial juga digunakan untuk  subsidi listrik terhadap 32,6 juta penerima, bantuan subsidi upah untuk 4,61 juta pekerja, dan  bantuan beras untuk 28,8 juta KPM.

“BLT  desa sudah mengalami kenaikan  yaitu Rp 14,94 triliun atau 51,9% dari pagu dan  realisasi bantuan subsidi upah Rp 5,07 triliun  atau 57,7% dari pagu,” ucap Airlangga.

Berikutnya untuk dukungan UMKM dan korporasi terealisasi 68,43 triliun triliun atau 42% dari pagu Rp162,40 Triliun Dana ini digunakan untuk BPUM bagi 12,71 juta usaha, IJP bagi 2,12 juta UMKM dan 30 korporasi, serta penempatan dana bank dengan total penyaluran kredit Rp 428,52 triliun bagi 5,36 juta debitur. Subsidi bunga KUR bagi 4,96 huta debitur dan Non KUR bagi 5,79 juta debitur, PMN bagi Hutama Karya Rp6,21 triliun dan bantuan PKL kepada 555 usaha.

Untuk program prioritas terealisasi Rp 62,5 triliun   atau 53% dari pagu Rp117,94 triliun meliputi padat karya K/L bagi 1,05 juta tenaga kerja, pariwisata, ketahanan pangan dan fasilitas pinjaman daerah Rp 10 triliun melalui PT SMI.

Realisasi untuk insentif usaha  telah mencapai Rp 54,94 triliun atau 94% dari pagu Rp 62,83 triliun. dalam klaster ini pemerintah telah memberikan  PPh 21 DTP bagi 79.602 pemberi kerja, PPh Final UMKM DTP bagi 124.209 UMKM, pembebasan PPh 22 Impor bagi 9.433 WP, pengurangan angsuran PPh 25 bagi 57.307 WP. Kemudian pengembalian pendahuluan PPN bagi 2.149 WP, penurunan tarif PPh Badan bagi seluruh WP, PPN DTP Properti bagi 763 penjual, PPnBM mobil untuk enam penjual serta Bea Masuk DTP atas nilai impor Rp 940 miliar. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN