Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat produk UKM yang dipamerkan disalah satu pusat belanja di Serpong, Tangerang Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat produk UKM yang dipamerkan disalah satu pusat belanja di Serpong, Tangerang Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menkop UKM: Pelaku UMKM Perempuan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Selasa, 5 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyatakan pelaku usaha mikro didominasi oleh perempuan. UMKM yang dimiliki pengusaha perempuan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami melihat UMKM perempuan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Sedikitnya jumlah UMKM perempuan berdasarkan usahanya 34% usaha menengah, 50,6% usaha kecil, dan 52,9% usaha mikro. Jadi kalau dilihat dari angka ini perempuan yang mendominasi pelaku UMKM di Indonesia,” ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam seminar daring pada Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan, kontribusi perempuan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 9,1% atau senilai Rp 1.381 triliun. Berdasarkan data Bank Dunia jumlah wirausaha perempuan di Indonesia mencapai 21%, lebih baik dari rata-rata global yang hanya 8%.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa memperjuangkan UMKM berarti memperjuangkan ekonomi bangsa,” ucap Teten.

Menkop UKM mengatakan, pandemi ini 87% perempuan pemilik UMKM mengalami kerugian, 90% UMKM milik perempuan melaporkan kebutuhan akan dukungan pendanaan yang melesat. Lebih dari 25% UMKM milik perempuan melaporkan kehilangan dari setengah pendapatan mereka.

“Ini semua yang saya sampaikan adalah UMKM milik perempuan. Ada 2 dari 3 usaha milik perempuan terpaksa tutup sementara atau permanen selama pandemi,” ucap Teten.

Selama pandemi Covid-19 ada lima tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM perempuan yaitu turunnya permintaan, berkurangnya likuiditas usaha, minim kapasitas dan fasilitas digital, kurangnya sumber daya dan terdampak kerugian ekonomi akibat kebijakan bekerja dari rumah (work from home) serta sekolah dari rumah (school from home).

“Bersamaan dengan work from home dan school from home. Ini yang saya kira menyebabkan mereka mengalami hal-hal tersebut,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mengalokasikan Rp 95,13 triliun untuk membantu UMKM terdampak pandemi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran tersebut digunakan untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), penempatan dana pemerintah di perbankan yang disalurkan dalam bentuk pembiayaan, Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Langsung Tunai (BLT) PKL dan warung. Dari anggaran tersebut, telah terealisasi sebesar Rp 61,61 triliun. Penyaluran kredit untuk UMKM mencapai Rp 32,72 triliun dengan 90% debitur dari kalangan perempuan.

"Dalam penyaluran KUR Super Mikro lebih dari 90 persen debitur perempuan," ucap Airlangga.

Selama tahun 2021, 84% UMKM telah kembali beraktivitas. Sektor ini memerankan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Jumlahnya mencapai 64,2 juta dengan kontribusi 61,51% atau Rp 9.850 triliun. "Dari kegiatan tahun ini, 84% sudah kembali beraktivitas," kata Airlangga.

Pemerintah telah mendorong pelaku UMKM untuk masuk ke ranah digital khususnya untuk berjualan melalui platform e-commerce. Digitalisasi menjadi salah satu cara UMKM untuk masuk ke ranah digital. Airlangga mengatakan dari data yang dia dapatkan potensi ekonomi digital masih terbuka lebar dan ini didukung oleh sejumlah faktor antara lain 58% penduduk Indonesia menggunakan transaksi smartphone dan e-commerce.

“Pada tahun ini telah mencapai Rp 337 triliun penduduk yang melakukan transaksi digital. Dengan berbagai potensi ini diharapkan para UMKM dapat memanfaatkan infrastruktur digital termasuk juga untuk para pelaku UMKM perempuan,” kata Airlangga.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN