Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menperin Sebut akan Ada 2 Unicorn Baru

(gor/ant), Senin, 25 Februari 2019 | 22:52 WIB

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, akan ada dua lagi perusahaan rintisan (start up) yang bersiap tumbuh menjadi unicorn, yakni satu bergerak di bidang virtual reality dan satu lagi bergerak di bidang pendidikan. Saat ini, Indonesia telah mempunyai empat Unicorn, atau perusahaan startup dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

“Dua-duanya sudah punya akses ke Silicon Valley dan banyak menteri dari negara-negara lain datang untuk belajar ke dua perusahaan ini,” kata dia dalam keterangan resminya, akhir pelan lalu.

Di Asia Tenggara terdapat tujuh unicorn, empat di antaranya berasal dari Indonesia yaitu GoJek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Ini membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah unicorn terbanyak di Asean.

Airlangga meyakini, banyaknya unicorn baru di Indonesia akan membawa efek berantai bagi pertumbuhan industri dan berpeluang untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak. Unicorn juga akan menjadi open platform untuk jutaan usaha kecil dan menegah di Indonesia.

“Seperti e-commerce, itu ada yang lebih dari 4 juta vendor dan 15 juta pembeli. Selain itu, e-commerce juga digunakan dalam program pemerintah, yakni Program Keluarga Harapan (PKH),” kata Airlangga.

Menperin menegaskan, pemerintah juga memacu pengembangan infrastruktur dan teknologi digital yang mendukung implementasi industri 4.0. Sarana penunjang ini meliputi internet of things (IoT), big data, cloud computing, artificial intelligence (AI), maupun virtual & augmented reality.

“Untuk itu, perlu kita gali seiring meningkatnya interaksi dan semakin konvergensinya batas antara manusia dengan mesin dan teknologi informasi dan komunikasi. Ini harus berkembang dengan infrastruktur yang baik,” tutur dia.

Airlangga menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan sebuah kekuatan besar di sektor industry manufaktur, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga dalam seluruh rantai guna mencapai efisiensi yang setinggi-tingginya, sehingga melahirkan bisnis model yang berbasis digital.

Konektivitas, terang dia, menjadi backbone di dalam infrastruktur untuk kesiapan revolusi industri 4.0. “Dalam revolusi digital di Indonesia, kekuatannya adalah infrastruktur 4G dan palapa ring. Palapa ring telah memberikan kekuatan konektivitas digital. Ini telah dijalankan oleh pemerintah selama 4 tahun belakangan ini,” ungkap dia.

Menperin optimistis, melalui palapa ring, seluruh wilayah Indonesia akan menikmati jaringan internet sehingga dapat menunjang dan mempermudah segala aktivitas masyarakat. “Jadi, mulai dari Banda Aceh sampai Papua, kecepatan 4G sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia pada tahun ini,” tutur dia. (leo)

BAGIKAN