Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar inspeksi mendadak (sidak) uji coba prokes di dua perusahaan industri esensial, yakni PT Gajah Tunggal Tbk dan PT Pan Brothers Tbk . (ist)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar inspeksi mendadak (sidak) uji coba prokes di dua perusahaan industri esensial, yakni PT Gajah Tunggal Tbk dan PT Pan Brothers Tbk . (ist)

Menperin Sidak Penerapan Prokes di Industri Esensial

Minggu, 22 Agustus 2021 | 14:57 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar inspeksi mendadak (sidak) uji coba prokes di dua perusahaan industri esensial, yakni PT Gajah Tunggal Tbk dan PT Pan Brothers Tbk di Tangerang, Banten.

Uji coba itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 di Wilayah Jawa dan Bali, 17-23 Agustus 2021. Inmendagri 34/2021 tersebut menyebutkan, akan dilakukan uji coba protokol kesehatan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki orientasi ekspor dan domestik untuk beroperasi dengan kapasitas 100% staf yang dibagi minimal dalam dua shift. Uji coba ini penting dilakukan untuk mendapatkan feedback sebelum seluruh operasional kegiatan industri dibuka secara penuh.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, uji coba penerapan prokes di perusahaan yang mengantongi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dan masuk kategori sektor esensial sudah berlangsung tiga hari. Setelah melihat secara langsung, dia mengapresiasi Gajah Tunggal yang telah memiliki fasilitas dan prosedur penanganan dan pencegahan Covid-19 di lingkungan perusahaan dan sekitarnya. Ini sesuai arahan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang IOMKI pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

“Hal tersebut menjadi salah satu kriteria utama dalam melakukan uji coba. Selain itu, mereka yang sudah punya IOMKI, wajib melaporkan secara berkala setiap Selasa dan Jumat. Kemudian, perusahaan terkait berada di daerah status PPKM level 4, telah melaksanakan vaksinasi pekerja, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai metode screening,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/8).

Berdasarkan laporan IOMKI, Gajah Tunggal memiliki 130 lebih negara tujuan ekspor, antara lain ke Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1951 ini telah menyerap tenaga kerja hingga 16.084 orang. Dari jumlah itu, karyawan yang telah mengikuti program vaksinasi sebanyak 12.620 orang.

Kapasitas produksi Gajah Tunggal mencapai 157 juta ban, terdiri atas ban mobil penumpang ukuran rim 12-20 inchi, ban truk ringan, ban truk dan bus, serta ban sepeda motor. Total volume ekspor Gajah Tunggal sejak 1983 telah mencapai 165 juta ban.

Sementara itu, Menperin dan rombongan mempraktikkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki area produksi pabrik tekstil dan garmen milik Pan Brothers. Menperin berharap, apabila dalam dua minggu pada uji coba ini berhasil diterapkan dengan baik, pemerintah akan membuka kesempatan bagi seluruh sektor industri esensial bisa bekerja kembali 100%. “Namun dengan catatan minimal dua shift, dan mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi,” ujar dia.

Pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi selama dua minggu ini dalam upaya penerapan uji coba di sektor industri esensial. Kuartal II-2021, industri pengolahan nonmigas tumbuh 6,91%, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07%. Bahkan, di tengah dampak pandemi Covid-19, sektor industri memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 17,34%, lebih tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya.

Wakil Direktur Utama Pan Brothers Anne Patricia Sutanto menuturkan, dengan sistem prokes berkelanjutan, kepercayaan para pembeli luar negeri terhadap industri di Indonesia meningkat. Alhasil, selama pandemi Covid, Pan Brothers malah menambah karyawan hingga 3.000 orang.

 

 


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN