Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dok. Kementan)

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dok. Kementan)

Mentan Pastikan Pasokan 12 Komoditas Pangan Terjaga

Senin, 28 Nov 2022 | 23:10 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan, pasokan 12 komoditas pangan akan terjaga menjelang Natal dan Tahun Baru 2023. Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, termasuk koordinasi satu data satu pintu.

“Kami bukan hanya menjaga neraca beras, melainkan komoditas-komoditas lain, berdasarkan faktualisasi yang kita lakukan,” kata dia, Senin (28/11).

Dia menegaskan, tugas pemerintah membela rakyat, sehingga harus menjaga pasokan dan membantu petani. Pada prinsipnya, pemerintah menyerap produk petani, sehingga mereka mendapatkan uang. “Uang ini kemudian digunakan petani untuk sekolahkan anak, belikan buku, menjahit baju, sehingga ekonomi kembali lagi ke rakyat,” ucap dia.

Berdasarkan catatan Investor Daily, 12 komoditas pangan strategis antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah melakukan koordinasi dan sinergi bersama pemerintah daerah untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat menjelang Hari Besar Keagamaam Nasional (HKBN) Natal dan Tahun Baru 2023.

Koordinasi ini dilakukan melalui Rakortas bersama Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat, pekan lalu. Fokus Rakortas TPIP-TPID kali ini, kata dia, adalah pengendalian inflasi diantaranya di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Hal tersebut mempertimbangkan karakteristik inflasi dan letak kawasan sebagai daerah perbatasan dengan tantangan geografis tersendiri. Kebijakan pengendalian inflasi pada kawasan tersebut difokuskan pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dengan dukungan ketersediaan infrastruktur. “Adapun komoditas yang berpotensi memicu inflasi Nataru masih terus kami pantau,” ucap dia.

Pada Oktober 2022, inflasi mencapai 5,71% secara tahunan atau lebih rendah dibandingkan September 2022 yang sebesar 5,95%. Hal ini dipicu oleh deflasi komponen volatile food (VF) sebesar 7,19% (yoy), karena tercukupinya pasokan pangan serta extra effort yang telah dilakukan pemerintah untuk menekan inflasi pascapenyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

“Di beberapa komponen yang diatur pemerintah atau administered price (AP), terjadi inflasi sebesar 0,33% secara bulanan (month to month/mtm) atau 13,28% (yoy) terutama didorong dari kenaikan harga BBM, kemudian inflasi inti tercatat sebesar 3,31% (yoy),” ungkap Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) TPIP dan TPID di Pontianak.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com