Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kebutuhan Kedelai Nasional

Kebutuhan Kedelai Nasional

Mentan: Pemerintah Tetapkan Harga Beli Kedelai Pekan Depan

Senin, 19 September 2022 | 16:25 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah, melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, akan menetapkan harga beli kedelai pekan depan. Langkah ini bertujuan untuk memberikan jaminan kepastian harga kedelai bagi petani.

“Kita berharap dalam satu minggu ini, biasanya bapak presiden setiap minggu mengecek masalah pertanian dna kesediaan pangan. Satu minggu ini, saya yakin Pak Menko sudah mengeluarkan kesepakatan untuk menetapkan harga pembelian minimal bagi kedelai,” kata kata Syahrul Yasin Limpo saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/9/2022), seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Nasional

Syahrul menerangkan, Kementan sudah mempersiapkan lahan sekitar 351.000 hektare untuk penanaman komoditas kedelai. Namun hingga kini, dari total luas lahan tersebut, baru sekitar 67.000 hektare yang sudah siap untuk ditanam kedelai. “Tentunya Oktober ini, penanaman akan dimulai,” ujar Syahrul Yasin Limpo.

Lebih lanjut Syahrul mengungkapkan, alasan selama ini kedelai “agak terlupakan” oleh pemerintah dan lebih memilih melakukan importasi yang sangat besar di atas 90%, karena petani lebih tertarik menanam jagung.

“Padahal, kita makan tempe dan tahu. Tetapi importasi yang sangat besar di atas 90%. Itu karena selama ini petani lebih tertarik menanam jagung didukung harga komoditas tersebut lebih baik mencapai Rp 5.000 per kg dengan produktivitas mencapai 6-7 ton per hektare. Sedangkan kedelai hanya 1,5 juta ton. Oleh karena itu, kedelai di luar lebih murah,” jelas Syahrul Yasin Limpo.

Baca juga: Presiden Jokowi Optimistis Indonesia Mampu Kurangi Impor Kedelai

Tetapi, lanjutnya, Presiden menginginkan rakyat mendapatkan keuntungan dari komoditas kedelai. Meski Presiden menyetujui tetap dilakukan impor, tetapi harus dilakukan penanaman kedelai di dalam negeri.

“Bapak presiden tadi perintahnya rakyat dapat apa? Oleh karena itu, bapak presiden mengatakan, oke, impor memang harus dilakukan tetapi sepanjang dapat ditanam maksimal, maka tanam sebanyak-banyaknya dan beli yang dibeli yang ditanam rakyat, tentukan harganya agar rakyat bisa kembali tertarik menanamkan kedelai,” terang Syahrul Yasin Limpo.

Baca juga: HKP, Mentan Panen Padi dan Tanam Kedelai dari Sukoharjo

Menurutnya, perintah Presiden Jokowi merupakan sebuah keputusan yang sangat strategis untuk membantu para petani kedelai. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dibawah pimpinan Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto agar segera dapat menentukan harga beli kedelai.

“Ini sebuah keputusan yang sangat strategis dan saya yakin bahwa tadi ada ancar-ancar anggaran angka yang sudah disebutkan, dan ancar-ancar angka itu sudah sangat luar biasa untuk petani kita. Tetapi tentu saja ini akan didahului oleh dengan rapat-rapat koordinasi pak menko untuk menetapkannya,” tutur Syahrul Yasin Limpo.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com