Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo. Foto: IST

Syahrul Yasin Limpo. Foto: IST

Mentan Siapkan Tiga Program Prioritas 

Ridho Syukra, Kamis, 21 November 2019 | 18:12 WIB

JAKARTA, Investor.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ada tiga program prioritas yang akan dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam lima tahun ke depan. 

Pertama, memperbaiki data pangan teritengrasi. Kedua, meningkatkan produksi dalam negeri dan menjadikan impor pangan opsi kedua. Ketiga, meningkatkan ekspor hasil pertanian untuk kesejahteraan petani dan negara.

Khusus untuk ekspor hasil pertanian, dia menuturkan, Kementerian Pertanian sedang menyiapkan program peningkatan ekspor yang akan dikeluarkan Januari 2020. SYL mengatakan hasil pertanian merupakan komoditas unggulan yang bisa menambah devisa negara.

Oleh karena itu, dia telah meminta seluruh jajaran dari Kementan bekerja keras untuk menggali potensi ekspor hasil pertanian dan bekerjasama dengan pemerintah daerah.

SYL belum bisa menjelaskan secara detail mekanisme program yang akan dikeluarkan pada  Januari 2020. karena masih dalam tahap persiapan dan pembahasan. Secara garis besar, dalam program tersebut, akan diatur tentang insentif, negara tujuan ekspor yang paling potensial, dan komoditas ekspor apa saja yang akan didorong produksinya.

Dia juga meminta dukungan perbankan untuk meningkatkan kemampuan daya saing produk hasil pertanian agar bisa menjangkau pasar global. “Kami sedang menyiapkan program peningkatan ekspor hasil pertanian dan Januari bisa dirilis,” ujar dia Jakarta, belum lama ini.

SYL mengatakan, hasil petanian Indonesia sudah terkenal dan dijamin kualitasnya di pasar internasional. Namun, ini perlu ditingkatkan lagi agar bisa berdaya saing dan bisa menjadi eksportir pertanian terbesar di dunia.

Dia mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan yang terus membuka akses pasar melalui perjanjian dagang internasional. Perjanjian dagang bisa membuka pasar baru dan menjadi pintu masuk bagi ekspor hasil pertanian untuk bisa dikembangkan.

Menurut dia, Kementan juga terus menggali hasil pertanian di daerah agar bisa menjadi komoditas ekspor unggulan. 

SYL memastikan, program yang akan dikeluarkan pada Januari 2020 tidak akan mengecewakan pengusaha dan diharapkan dengan program tersebut, nilai ekspor bisa meningkat tiga kali lipat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor hasil pertanian Indonesia pada Oktober 2019 naik 3,4%. 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA