Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN Harapkan Ekonomi Pulih Tahun 2022

Rabu, 12 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -- Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menargetkan kondisi ekonomi pulih seperti sebelum terjadinya pandemi pada tahun 2022. Hal ini seiring dengan berbagai kebijakan dan stimulus pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Ia mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa dalam pemulihan ekonomi nasional menggunakan istilah gas dan rem. Kendati begitu, kesehatan dan ekonomi merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan.

“Bagaimana Komite yang dibentuk bapak Presiden agar ada gas dan rem. Kemarin awalnya ini yang Pak Presiden terus perbaiki antara gas dan rem bahwa tidak bisa kebalik-balik. Memang kita sepakati kesehatan, ekonomi harus jalan seiring, tapi kesehatan adalah hal yang utama. Itu menjadi kunci,” jelas Erick dalam webinar Diskusi Publik Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N), Rabu (12/8).

Ia mengatakan, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, dan pemerintah juga melakukan terapi penyembuhan bagi yang sakit.

Dengan menemukan vaksin, imunisasi secara besar-besaran untuk seluruh rakyat Indonesia di awal tahun 2021. Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan stimulus ekonomi.

“Tentu diharapkan ke depannya industri baik perdagangan, investasi, parawisata, jada di tahun 2021 pertengahan sampai 2022 itu bisa bangkit 100 persen seperti sebelum Covid-19,” tuturnya.

Dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, KPCPEN memiliki tiga prioritas, yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh.

Sebagai prioritas pertama, selain memastikan rakyat aman dari Covid, tapi juga reformasi layanan kesehatan, ini yang terpenting.

Erick mengatakan, program utama Satgas adalah kesehatan, selain memastikan masyarakat bersatu menjaga disiplin dan mengadakan vaksin.

“Lalu terapi kesembuhan yang berkelanjutan, ini yang sangat penting juga dan segera memastikan zona yang tadinya kuning bisa ke hijau. Terutama di 8 provinsi, yang kemarin sudah dari 8 menjadi 6,” ujar dia.

Lebih lanjut, pemerintah juga ingin memastikan dan mempersiapkan pelaksanaan Pilkada pada Desember 2020 aman dari Covid sehingga tidak terjadi gelombang kedua dan gelombang ketiga.

Kedua, prioritas pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja. Ini juga harus segera dilakukan untuk mendorong pemulihan. “Sehingga nanti kita harapkan Indonesia bisa tumbuh kembali dengan ada pemulihan dan transformasi ekonomi nasional,” tuturnya.

Kemudian, prioritas selanjutnya adalah pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja. Erick menjelaskan prioritas ini mencakup berbagai bantuan sosial (bansos) produktif yang akan digelontorkan pemerintah untuk berbagai lapisan masyarakat.

Bantuan tersebut termasuk hibah bagi 12 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan besaran masing-masing Rp 2,4 juta. Kemudian, subsidi bagi 15,7 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 Juta total Rp 2,4 juta per orang dengan besaran Rp 600.000 per bulan. Bansos tambahan bagi 29 juta kepala keluarga, program prakerja, subsidi listrik yang diperpanjang hingga Desember 2020.

Erick menegaskan bahwa fungsi Komite untuk memastikan adanya percepatan dalam berbagai stimulus PEN terimplementasi dengan baik.

“Kami juga memastikan men-support kepada menteri-menteri terkait. Jadi kita tidak alih kerjanya, tapi kita men-support. Dan yang terpenting juga kita memastikan mesingkronisasikan,” jelasnya.

Kemudian, program percepatan penyerapan tenaga kerja ada hubungannya dengan Indonesia Tumbuh. Menurutnya, Program Indonesia Tumbuh sangat penting ke depannya, dengan mengakselerasi ekonomi sumber daya alam. “Kita tahu sekarang pemerintah sudah ada kebijakan tidak ada lagi mengirim raw material kepada luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk implementasi RUU Cipta Kerja, serta percepatan kawasan industri dan kawasan wisata.

“Implementasi RUU Cipta Kerja yang memang tadi secara detil ini kalau nanti disetujui DPR kita akan melihat mana saja implementasi ini berjalan cepat dan baik. Lalu transformasi penerimaan perpajakan, saya tidak bisa menjelaskan lebih detail karena ini di Kemenkeu. Tapi ini tiga poin untuk kita membangun ekonomi kita,” jelasnya.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN