Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono

Menteri PUPR Kukuhkan 9 Anggota Dewan Arsitek Indonesia

Kamis, 3 Desember 2020 | 23:31 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengukuhkan sembilan anggota terpilih sebagai Dewan Arsitek Indonesia (DAI). Para arsitek diminta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

"Saya menteri PUPR, dengan ini secara resmi mengukuhkan saudara, bapak dan ibu sekalian sebagai dewan arsitek Indonesia. Kami percaya bapak dan ibu sekalian dapat melaksanakan tugas yang diamanahkan Undang-Undang dengan sebaik-sebaiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan," kata Basuki, Kamis (3/12).

Kesembilan nama anggota DAI tersebut yaitu Aswin Indraprastha, Bambang Eryudawan, Didi Haryadi, Gunawan Tjahjono, Karnaya, Lana Winayanti, Sonny Sutanto, Stevanus J Manahampi, dan Yuswadi Saliya.

Mereka merupakan perwakilan dari unsur anggota organisasi profesi, pengguna jasa arsitek dan perguruan tinggi yang ditetapkan berdasarkan hasil seleksi calon anggota Dewan Arsitek Indonesia oleh Panel Ahli Seleksi.

Basuki menyampaikan, DAI akan menjadi wadah terutama untuk meningkatkan profesionalisme para arsitek sehingga para arsitek bertanggung jawab terhadap keselamatan bangunan masayarakat. Hubungan antara PUPR dan arsitek juga sudah dekat.

"Saya pribadi punya hubungan intens dengan arsitek sejak 5 tahun yang lalu pada saat mulai renovasi venue Stadion Glora Bung Karno (GBK). Saya tidak akan berhasil merenovasi GBK tanpa keterlibatan langsung Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)," ujar Basuki.

Bukan hanya itu, PUPR juga terus melibatkan IAI tidak hanya secara perorangan tetapi juga organisasi. Bahkan pada saat renovasi GBK tersebut, IAI memiliki tagline merah putih memanggil. Ditambah ia juga sadar bahwa GBK merupakan milik bangsa Indonesia. Untuk itu, PUPR harus melibatkan IAI.

Termasuk melibatkan IAI secara langsung dalam rencana desain Ibu Kota Negara (IKN) baru. Terutama membantu PUPR dalam menyelenggarakan sayembara di mana semua pesertanya merupakan anggota IAI. Begitu juga dalam renovasi Masjid Istiqlal.

Sejak menjadi menteri bahkan saat menjadi Dirjen SDA, Basuki selalu minta agar bangunan-bangunan PUPR melibatkan IAI. Bangunan-bangunan seperti jembatan atau bendungan harus melibatkan arsitek karena ia sadar tanpa keterlibatan arsitek, bangunan hanya akan menjadi besi dan beton yang dipasang. Tidak ada rasanya dan tidak ada estetikanya.

"Jadi seperti benda mati yang dipasang menjadi penghubung dari satu tempat ke tempat lain sebagai jembatan. Bendungan cuma untuk mengatur air. Tanpa ada rasa yang bisa memberikan nilai estetika demi meredam keberingasan manusia. Dengan arsiteklah, kota diatur sehingga bisa meredam perilaku-perilaku yang seharusnya lebih baik dengan tata kota dan tata bangunan yang lebih baik," terang Basuki.

Kepada IAI, ia juga mengucapkan terima kasih dan berharap kerjasama antara PUPR dan IAI semakin baik ke depan. Ia berpesan akan mengumpulkan tujuh anggota LPJK terpilih untuk bekerjasama bukan hanya dengan IAI tapi juga PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dan organisasi profesi lainnya.

"Harapan kami terhadap DAI cukup besar demi kemajuan arsitek di Indonesia pada masa mendatang," ucap Basuki.

Tanggung jawab pada pengguna jasa
Sementara itu, Ketua Umum IAI periode 2020-2021 I Ketut Rana Wiarcha menyampaikan salah satu hal yang menimbang dalam amanah UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang arsitek adalah upaya memajukan arsitektur melalui praktik arsitek yang andal dan profesional.

Tujuannya agar mampu meningkatkan nilai tambah, daya guna, dan hasil guna untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan karya arsitektur Indonesia serta mewujudkan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

"Jadi peran arsitek adalah bagaimana bertanggung jawab memberikan tanggung jawab kinerjanya yang terbaik kepada pengguna jasa dan masyarakat umum," ujarnya.

Oleh sebab itu, buah pikiran yang menjadi roh dari UU Nomor 6 2017 adalah siapa yang sesungguhnya disebut arsitek lalu siapa yang menetapkan seseorang itu sebagai arsitek.

Dua hal tersebut yang menurut Rana, menjadi dimensi penting ketika seseorang disebut arsitek kemudian persyaratan apa yang melekat di dalamnya agar bisa disebut artsitek.

Belum lagi, dimensi otoritas pengaturan profesi arsitek. Bagaimana dikelola agar keadabannya ke depan menjadi sesuatu yang luar biasa demi kepentingan negara dan arsitektur itu sendiri.

Pasalnya, arsitek di banyak kesempatan disebut garda terdepan sekaligus agen perubahan terhadap budaya yang tidak lepas dari akar budaya Indonesia dan keadaban seperti kesetaraan tatkala dikaitkan dengan profesi arsitek yang berprofesi di ranah global yang tanpa batas.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN