Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Menteri Basuki didampingi Staf Ahli PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja meninjau Tol Cisumdawu.

Menteri Basuki didampingi Staf Ahli PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja meninjau Tol Cisumdawu.

Menteri PUPR Targetkan Tol Cisumdawu Tuntas Keseluruhan Desember 2021

Jumat, 18 Juni 2021 | 21:58 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

SUMEDANG, investor.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,10 km di Provinsi Jawa Barat. Tol yang ditargetkan tuntas Desember 2021 tersebut akan mendukung fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

"Saat ini, kita berada di rencana jalan Tol Cisumdawu yang menghubungkan Bandung dan Kertajati yang terdiri dari 6  seksi. Ini di Desa Ujung Jaya yang nanti ada Interchange. Seksi 1, 2, dan 3 kita anggap sudah bisa selesai. Sekarang kita upayakan untuk menyelesaikan seksi 4, 5 dan 6. Semua pekerjaan ini kita targetkan selesai pada Desember 2021," kata Menteri Basuki dalam keterangan tulisnya, Jumat (18/6).

Menteri Basuki, meminta seluruh pihak  terus berkoordinasi dan berupaya keras mempercepat pembangunan. "Ini saya minta dikeroyok, tadinya hanya tiga kontraktor ditambah lagi 2 yaitu ada Girder, Waskita, Wijaya Karya, PP,  Adhikarya, dan Brantas," tambahnya.

Berdasarkan data, Seksi 1 Cileunyi - Rancakalong sepanjang 11,45 km konstruksinya telah mencapai 77,42% dengan progres lahan 98,6%. Selanjutnya, Seksi 2 Ruas Rancakalong - Sumedang sepanjang 17,05 km progres konstruksi mencapai 91,99% dengan pembebasan lahan sebesar 96,11%.

Sedangkan Seksi 3 dari Sumedang menuju Cimalaka sepanjang 4,05 km  konstruksinya telah rampung 100% dan siap beroperasi menunggu konstruksi seksi 1 dan 2 selesai. 

Kemudian, pembangunan Seksi 4 Cimalaka - Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi 5 Legok - Ujungjaya sepanjang 14,9 km, saat ini telah dimulai mobilisasi alat dan pekerjaan site clearing dengan progres lahan masing-masing 48,13% dan 42,87%. Seksi 6 Ujungjaya - Dawuan sepanjang 6,06 km kini telah dimulai konstruksi pada Seksi 6A dengan progres 36,83% dan Seksi 6B sebesar 11,84%. 

Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari keenam seksi, Seksi 1 dan 2  dikerjakan Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) untuk menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Kemudian Seksi 3-6 dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp8,41 triliun.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu yang terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam. Konektivitas yang semakin meningkat ini, operasional bandara juga akan semakin meningkat dan kompetitif. Harapannya, bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Kehadiran Tol Cisumdawu sekaligus untuk mendukung pengembangan kawasan “Segitiga Emas” Cirebon-Subang-Majalengka (Rebana) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan baru. Sekaligus menjadi salah satu tol dengan pemandangan indah karena menyuguhkan panorama pegunungan di Bumi Priangan seperti Tol Bawen-Salatiga. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN