Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/11/2021). Foto ilustrasi:   BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/11/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Merger Pelindo Perlu Diimbangi Penguatan Otoritas Pelabuhan

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:11 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Merger Pelindo idealnya juga dibarengi dengan penguatan keberadaan otoritas pelabuhan untuk menjadikannya sebagai badan otoritas pelabuhan (BOP) yang diharapkan bisa sebagai lembaga yang independen dalam mengawal dan mengawasi seluruh regulasi yang berkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan dan angkutan laut di Indonesia.

"Idealnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga memperkuat regulasinya dengan menghadirkan otoritas pelabuhan setingkat BOP di keempat regional Pelindo," ujar Achmad Ridwan Tentowi, pemerhati kemaritiman dan kepelabuhanan dari Indonesian Maritime Logistic and Transportation Watch (Imlow) dalam keterangan resmi, Rabu (19/1).

Baca juga: Duh, setelah Kontainer, Ekspor Kini Terkendala Ruang Muat Kapal

Sebagaimana diketahui, pasca merger Pelindo, kini wilayah kerja dan pengelolaan Pelindo terbagi dalam empat regional. Achmad Ridwan menegaskan, selain memperbaiki infrastruktur, Indonesia sebagai negara kepulauan yang pada saat ini menuju negara maritim perlu menata kelola instansi dan lembaga pendukung penggerak sektor kemaritimannya, yakni salah satunya lembaga otoritas pelabuhan yang independen.

"Hal ini menjadi krusial agar visi dan misi menjadikan RI sebagai poros maritim dunia bisa terealisasikan," paparnya.

Ridwan mengatakan, sejak awal lembaganya mendorong agar otoritas pelabuhan di Indonesia diperkuat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden ataupun menteri perhubungan.

Dia menyebutkan, instansi otoritas pelabuhan mesti berdiri sebagai lembaga independen atau setingkat badan tersendiri yang bertanggung jawab langsung kepada kementerian teknis terkait dalam hal ini menteri perhubungan maupun kepada presiden.

Menurutnya, jika otoritas pelabuhan sebagai regulator tertinggi di pelabuhan diharapkan mampu berperan mengawal efisiensi biaya logistik di suatu pelabuhan guna meningkatkan daya saing nasional.

“Apalagi saat ini pemerintah sedang fokus merealisasikan national logistic ecosystem (NLE). Harapannya, dengan peran otoritas pelabuhan yang lebih kuat maka bisa mengawal implementasi program NLE itu,” ucap Ridwan.

Dia menyebutkan, lembaganya juga seringkali menyampaikan pandangannya, bahwa istilah otoritas pelabuhan utama, syahbandar utama, dan KSOP yang ada saat ini perlu ditinjau ulang dan diganti dengan nama lembaga syahbandar maupun otoritas pelabuhan (OP) saja sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Baca juga: Pelindo Serah Operasi dan Inbreng Saham ke Subholding, Gimana Nasib Anak Usaha? 

Sebab, IMLOW menilai posisi dan status otoritas pelabuhan  memengaruhi banyak hal, antara lain kecepatan dalam menyikapi penanganan masalah di lapangan hingga yang berkaitan dengan optimalisasi fasilitas pelabuhan maupun investasi.

"Dengan adanya formulasi empat regional pelabuhan oleh Pelindo itu perlu dipertimbangkan oleh pemerintah untuk memperkuat otoritas pelabuhan di keempat regional itu dengan menghadirkan BOP yang independen demi kecepatan dalam menyikapi penanganan masalah di lapangan hingga yang berkaitan dengan optimalisasi fasilitas maupun investasi di pelabuhan,” papar Ridwan yang juga pengurus Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI).

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN