Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja Ekspor Indonesia

Kinerja Ekspor Indonesia

Mesir Jadi Pasar Ekspor Potensial Indonesia

Senin, 13 Juli 2020 | 11:45 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) meyakini, Mesir masih menjadi pangsa pasar ekspor yang potensial bagi Indonesia. Atase Perdagangan Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi mengatakan bahwa Mesir merupakan pasar ekspor Indonesia di Afrika Utara karena memiliki populasi hingga 100 juta jiwa.

Selama ini, Indonesia banyak mengekspor minyak sawit, kopi, benang, roda kendaraan, dan minyak palm kernel ke Mesir.

“Selain itu, Mesir merupakan pasar yang menjanjikan bagi produk rempah Indonesia. Karena, Mesir merupakan negara yang tingkat konsumsi rempahnya sangat tinggi. Rempah seperti lada, pala, dan cengkeh sangat dibutuhkan untuk bahan olahan makanan,” ujar Irman dalam keterangan resminya, Senin (13/7)

Menurut Irman, potensi ekspor ke Mesir di tengah pandemi Covid-19 semakin meningkat karena pemerintah Mesir telah mengeluarkan sejumlah stimulus non fiskal berupa penyederhanaan dan pengurangan jumlah larangan impor, khususnya bahan baku.

Kebijakan ini bertujuan menyelamatkan industri manufaktur dan perdagangan nasional Mesir dari dampak pandemi Covid-19. Pemerintah Mesir pun memberikan stimulus ini kepada perusahaan Mesir antara lain yang memproduksi alat elektronik rumah tangga dan produk pangan strategis.

Kebijakan lainnya, lanjut Irman, Bank Sentral Mesir mewajibkan para importir melakukan metode pembayaran dengan mekanisme cash against document. Dengan begitu, pihak eksportir diwajibkan menyerahkan dokumen ekspor berupa Sertifikat Keterangan Asal (SKA), sertifikat kesehatan, faktur penjualan barang, daftar pengepakan, konosemen (bill of lading/airway bills), Surat Keterangan Pemeriksaan Jaminan Mutu Barang, dan dokumen lainnya melalui bank eksportir. Menurut Irman, eksportir Indonesia harus memenuhi ketentuan ini sehingga produk mereka bisa terserap pasar Mesir.

“Kami juga telah menyiapkan strategi untuk mengekspor produk Indonesia ke Mesir. Strategi tersebut antara lain menggalang para pelaku bisnis baru dan lama untuk mengimpor beragam produk unggulan Indonesia melalui penyelenggaraan forum bisnis virtual, berpartisipasi pada kegiatan promosi dan pameran dagang daring, dan mempercepat diseminasi informasi produk ekspor dengan membangun aplikasi daring mengenai direktori eksportir Indonesia yang disediakan di setiap Perwakilan RI di luar negeri,” imbuh Irman.

Sementara itu, Wakil Duta Besar RI untuk Mesir Muhammad Aji Surya mengatakan bahwa bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya akademisi, mahasiswa, pengusaha, dan diplomat, selama ini memiliki kemampuan mengintip peluang dalam berbagai kondisi.

Kemampuan itu, menurut dia, membuat bangsa Indonesia tetap optimistis di tengah pandemi Covid-19 dan era normal baru. Namun demikian, untuk dapat sukses melakukan ekspor, baik pemerintah maupun pengusaha memerlukan kecepatan, kreativitas, dan inovasi.

"Kemampuan mengintip peluang dimiliki oleh akademisi, mahasiswa, pengusaha, hingga para diplomat. Kemampuan itulah yang akan membuat kita tetap optimis di tengah wabah Covid-19 dan di era normal baru ini. Untuk itu, diperlukan sebuah kecepatan, kreativitas, dan inovasi," ungkap Aji.

Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan Indonesia dengan sepanjang Januari-Mei 2020 mencapai US$ 481,25 juta. Nilai tersebut turun 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dengan nilai US$ 509,18 juta.

Sepanjang 2019, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 1,14 miliar. Indonesia mengekspor sebesar US$ 1,01 miliar dan mengimpor US$ 135,38 juta. Pada periode yang sama, neraca perdagangan Indonesia dengan Mesir pun tercatat surplus sebesar US$ 877,40 juta.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN