Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran, secara virtual, Sabtu (15/5/2021).

Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran, secara virtual, Sabtu (15/5/2021).

Meski Ada Larangan Mudik, Airlangga Optimistis Ekonomi Bisa Tumbuh 7%

Sabtu, 15 Mei 2021 | 19:33 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Meskipun ada kebijakan peniadaan mudik Lebaran, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali positif hingga level 7% pada kuartal II -2021. Hal itu didorong oleh beberapa kebijakan atau program yang dinilainya mampu mendorong perekonomian Indonesia.

“Kita optimistis, karena pelarangan mudik ini diikuti dengan kegiatan hari belanja online Ramadan yang Bangga Buatan Indonesia. Pemerintah juga memberikan beberapa stimulus, termasuk PPnBM di sektor otomotif dan properti,” kata Airlangga dalam konferensi pers “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran,” secara virtual, Sabtu (15/5/2021).

Berbagai indikator juga makin memperkuat keyakinan Airlangga. Misalnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus meningkat. Pada April 2021 sudah mencapai 101,5 yang masuk ke zona optimistis (indeks >100), meningkat dibandingkan dengan 93,4 pada bulan Maret 2021.

Selain itu Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2021 juga tercatat di angka 54,6, meningkat dari rekor sebelumnya sebesar 53,2 di Maret 2021 dan merupakan rekor dalam dua bulan berturut-turut.

Selain itu, meskipun ekonomi Indonesia di kuartal I -2021 masih terkontraksi 0,74%, kontraksi ini sudah jauh membaik. Sebelumnya di triwulan II -2020, terjadi kontraksi ekonomi yang sangat dalam hingga 5,32%. Selanjutnya pada triwulan III- 2020, masih terjadi kontraksi sebesar 3,49%, dan di triwulan IV -2020 terkontraksi 2,19%. 

“Di kuartal II- 2021, konsumsi akan terus kita dorong (pertumbuhannya) ke 6,9% sampai 7,9%. Konsumsi pemerintah kita dorong ke 7,6% sampai 7,9%. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) kita dorong ke 6,7% sampai 8,3%. Ekspor 10,5% sampai 12%, impor 9,5% sampai 14%, dan PDB-nya kita perkirakan bisa kita dorong di kisaran 7%,” kata Airlangga.

Keyakinan pertumbuhan ekonomi di triwulan II -2021 bisa di atas 7% juga didasarkan pada low base effect di mana pertumbuhan ekonomi triwulan II -2020 mengalami kontraksi yang dalam hingga 5,32%. Ketika itu PDB harga konstannya di Rp 2.589,8 triliun, turun dibandingkan triwulan II- 2019 yang berada di level Rp 2.735,2 triliun.

“Di kuartal II tahun lalu itu basisnya sudah rendah. Sedangkan di kuartal I 2021 ini sudah di Rp 2.700-an triliun. Dengan basis yang rendah di kuartal II -2020, kenaikan sudah di atas sekitar 4,7%. Sehingga untuk mencapai 7% itu tinggal didorong sedikit lagi,” kata Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN