Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Febrio Kacaribu. Foto: IST

Febrio Kacaribu. Foto: IST

Meskipun Ekonomi Pulih Pemerintah Tetap Waspadai Penambahan Kasus Covid

Rabu, 5 Mei 2021 | 15:19 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kondisi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 menunjukkan tren pemulihan yang solid dan optimisme ekonomi pascapandemi Covid-19. Namun angka penambahan kasus positif Covid-19 harus dijaga terus menurun dan pelaksanaan program PEN terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kewaspadaan dan langkah antisipatif harus dijaga mengingat pandemi belum sepenuhnya usai,” ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kemenkeu Febrio Kacaribu  dalam siaran pers yang diterima, Rabu (5/5).

Kasus yang terjadi di India yang mencatat rekor tertinggi hingga mencapai 400 ribu kasus per hari harus menjadi pelajaran berharga buat kita semua. Upaya pembukaan aktivitas ekonomi perlu dilaksanakan secara lebih hati-hati dan memperhatikan disiplin terhadap protokol kesehatan. Febrio mengatakan pemerintah secara konsisten terus memperkuat langkah pemulihan ekonomi melalui faktor yang menjadi game changer melalui penanganan pandemi, dukungan kepada sektor riil, dan kebijakan reformasi struktural. 

“Langkah  penanganan di bidang kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi sumber guncangan”, kata Febrio.

Hal ini mencakup program vaksinasi gratis bagi sekitar 181,5 juta orang yang diharapkan mampu mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) pada awal 2022. Selain itu, upaya penguatan dan penegakan disiplin protokol kesehatan juga terus dilakukan baik dengan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), maupun upaya TLI (Tes, Lacak, dan Isolasi) yang komprehensif pemerintah juga terus memberikan survival and recovery kit melalui Program PEN yang secara konsisten mengakselerasi pemulihan  ekonomi. 

Hingga 30 April 2021, program PEN sudah terealisasi sebesar Rp 155,63 triliun atau 22,3% dari pagu anggaran PEN 2021, mencakup program perlindungan sosial sebesar Rp 49,07 triliun atau sekitar 32,7% dari pagu. Sementara itu, dukungan  kepada  UMKM  dan  korporasi  serta insentif  usaha masing-masing telah terealisasi sebesar Rp 40,23 triliun (20,8% dari pagu) dan Rp 26,20 triliun (46,2% dari pagu).

Pemerintah akan mempercepat penyaluran anggaran PEN untuk mendorong kinerja perekonomian kembali ke zona positif.Kebijakan reformasi struktural yang telah dimulai dengan implementasi Undang-undang Cipta Kerja dan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) terus dioptimalkan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pembukaan lapangan kerja berkualitas, pemberdayaan UMKM, serta reformasi  birokrasi untuk kemudahan  berusaha. 

“Momentum  reformasi  justru  terus diperkuat  dalam  fase  pemulihan  ekonomi  sehingga  diharapkan  proses  pemulihan  ekonomi yang diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi nasional dalam jangka menengah-panjang,” tutur Febrio.

Dengan  berbagai  langkah  kebijakan  yang  responsif  dan  antisipatif, pemerintah  meyakini bahwa  kinerja pertumbuhan ekonomi diprediksi akan kembali pada zona pertumbuhan positif sejak kuartal II 2021. Terutama dipengaruhi  oleh  dua  faktor,  yakni  proses  pemulihan  dan  normalisasi  ekonomi  yang  terus berlangsung serta faktor technical rebound akibat baseline yang relatif rendah saat awal masa pandemic yaitu pada kuartal  II  2020. 

“Hal  ini  akan  mendukung  pencapaian  kinerja  ekonomi Indonesia di tahun 2021 yang diprediksi berada pada rentang 4,5 –5,3%,” tutur Febrio.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN