Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (dua dari kiri), Komisaris PT BEI Pandu Sjahrir, dan Founder EMtrade Ellen May, menjadi pembicara hari ke-2 Next Gen Summit 2021, Rabu (7/4/2021). Paling kiri Ellyza Hasan dari BeritaSatu TV. Investor daily/DAVID GITA ROZA

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (dua dari kiri), Komisaris PT BEI Pandu Sjahrir, dan Founder EMtrade Ellen May, menjadi pembicara hari ke-2 Next Gen Summit 2021, Rabu (7/4/2021). Paling kiri Ellyza Hasan dari BeritaSatu TV. Investor daily/DAVID GITA ROZA

Milenial Harus Investasi Agar Indonesia Jadi Maju

Kamis, 8 April 2021 | 10:19 WIB
Sanya Dinda Susanti ,Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id) ,Olavia Lona

JAKARTA, investor.id - Kaum milenial harus aktif berinvestasi agar Indonesia menjadi maju. Investasi ini bisa di sektor teknologi dan digital hingga saham, yang akan terus menguntungkan dalam jangka panjang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, terjadinya pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat untuk mendigitalisasi seluruh kegiatan dan bisnis, sehingga investasi di sektor ini akan sangat menguntungkan.

“Bangsa ini maju kalau kaum muda, milenial, tidak mager (males gerak), tidak auto rebahan, tapi justru harus menjadi agen perubahan. Sekarang, dengan memanfaatkan jaringan internet, bekerja pun bisa dilakukan dari rumah, dan bahkan dari tempat wisata. Sektor teknologi dan digital akan menjadi salah satu sektor yang akan terus menguntungkan dalam jangka panjang, sehingga investasi di sektor ini akan menguntungkan,” ujar Sandi dalam acara Next Gen Summit 2021 yang digelar Be ritaSatu Media Holdings, Rabu (7/4/2021).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam diskusi tentang Financial Independence dalam acara Next Gen Summit 2021 yang digelar oleh Beritasatu Media Holdings, Rabu (7/4/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam diskusi tentang Financial Independence dalam acara Next Gen Summit 2021 yang digelar oleh Beritasatu Media Holdings, Rabu (7/4/2021).

Sandi mengatakan, ke depan masyarakat akan semakin menginginkan usia yang panjang, dan tren ini berdampak meningkatkan berbagai bidang usaha. Ini misalnya

di sektor produksi produk olah raga, herbal, dan multivitamin. Dalam tiga sampai lima tahun ke depan, lanjut dia, akan ada sekitar 1,2 miliar orang di dunia yang berusia 60 tahun ke atas yang stabil secara finansial.

“Mereka memiliki waktu, kesehatan, dan financial freedom, mereka bisa bekerja dari mana saja. Mereka punya duit US$ 15 triliun yang bisa dihabiskan. Ini akan menjadi accessible trend juga,” kata Sandi.

Tren lain yang akan terus menguntungkan dalam jangka panjang, kata Sandi, ialah green economy. Ia mengakui, sebagai pengusaha dulunya juga banyak berinvestasi di sektor yang tidak berkelanjutan. Namun, saat ini, merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di sektor- sektor yang lebih berkelanjutan, seperti industri mobil listrik maupun produksi makanan-makanan organik.

Sandi mengatakan, pada 2045, Indonesia akan menjadi Negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia, sehingga perusahaan-perusahaan RI akan menjadi perusahaan dunia. Karena itu, lanjut dia, anakanak muda paling cocok untuk berinvestasi di equity atau saham.

Perkembangan Ekonomi Digital Negara ASEAN
Perkembangan Ekonomi Digital Negara ASEAN

Sandi menyarankan anak-anak muda berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang ke depan berpotensi menjadi semakin besar, dan tidak banyak melakukan spekulasi.

Sandi menyarankan anak muda yang baru akan memulai berinvestasi untuk memperhatikan fundamental dari perusahaan tempat mereka akan menginvestasikan uang. Perusahaan tersebut mesti dikelola dengan baik, dengan jajaran manajer memiliki integritas dan inteligensi.

“Jangan terlalu spekulatif di awalawal. Anak muda di awal-awal suka spekulatif, saya juga pernah hampir bangkrut karena spekulasi, suka lihat saham-saham yang gorengan. Hindari, fokus di fundamental dan saya yakin di tengah pandemic Covid-19 akan terbuka peluang menjadi pemenang,” kata dia.

Perlu Investasi Teratur

Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi berpendapat, berinvestasi sangat penting. Pasalnya, hasil investasi ini yang akan memengaruhi kebahagiaan di masa depan.

“Orang bilang uang bukan segalanya. Tapi, jika tidak bisa mengelola uang akan memengaruhi kehidupan ke depan,” ujar Friderica dalam acara yang sama. Berinvestasi ini juga penting untuk bisa meminimalisasi risiko kenaikan harga akibat inflasi. “(Dana untuk kebutuhan di masa depan) tentunya tidak bisa disiapkan secara sekaligus, sehingga diperlukan investasi secara teratur, dan orang yang paling bertanggung jawab untuk urusan ini adalah diri sendiri. Misalnya, seorang yang sudah menikah apabila ingin memiliki dana pendidikan untuk anak atau milenial yang ingin pension dengan tenang, sudah saatnya bisa mengelola keuangan dengan baik,” kata dia.

Friderica Widyasari. Foto: IST
Friderica Widyasari. Foto: IST

Untuk bisa berinvestasi dengan baik, milenial maupun masyarakat secara umum, harus bisa merencanakan keuangannya dengan bijaksana. Sebelumnya harus ditentukan tujuan investasinya, karena tujuan hidup orang yang sudah menikah dengan yang masih lajang jauh berbeda. Kemudian, mengenali kondisi keuangan dan merumuskannya dalam sebuah anggaran.

Dari daftar itu baru terlihat hal yang merupakan keinginan atau kebutuhan. Kaum milenial, lanjut dia, sebaiknya bisa mengevaluasi anggaran keuangannya dan memprioritaskan kebutuhan, bukan keinginan.

Selanjutnya adalah mengalokasikan penghasilan untuk berinvestasi. Alokasi ini sebaiknya dibuat realistis dan mendahulukan anggaran yang bersifat wajib. Pasalnya, apabila anggaran dibuat terlalu ketat, maka akan menyiksa orang itu sendiri.

Total Investor di Pasar Modal
Total Investor di Pasar Modal

“Dana darurat juga harus disiapkan dalam bentuk tunai. Jumlahnya misalnya apabila pengeluaran sebulan Rp 5 juta, maka dana darurat setidaknya Rp 20 juta,” kata dia.

Dalam berinvestasi, milenial juga bisa memanfaatkan berbagai instrumen. Namun, hal ini harus disesuaikan dengan profil risiko yang bisa ditanggung masing-masing dan harus didiversifikasi, agar di setiap kondisi ekonomi bisa selalu memiliki uang.

Adapun instrumen yang bisa dipilih, mulai dari yang paling konservatif seperti properti, hingga instrumendi pasar modal untuk investor agresif.

Untuk investasi di saham, lanjut Friderica, tidak akan berisiko tinggi apabila bisa dikelola dengan baik. “Investasi di saham itu masih manageable, selagi tahu saham apa yang dibeli dan fundamentalnya,” kata dia.

Disiplin Kunci Merdeka Finansial

Sedangkan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir mengungkapkan, agar orang bisa meraih kemerdekaan finansial, kuncinya adalah kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Sehingga, lanjut dia, yang harus dilakukan pertama kali adalah menyisihkan sebagian dari penghasilan sejak awal menerima gaji atau penghasilan.

“Kalau Anda ingin mendapatkan kemerdekaan finansial, Anda perlu disiplin dari sisi lifestyle, dari sisi cost. Misalnya kalau gajinya sekitar Rp 10 juta, Anda sudah tahu berapa yang dibutuhkan untuk tempat tinggal, dan Anda juga harus sudah mulai menghitung berapa untuk saving,” kata Pandu Sjahrir dalam sesi diskusi “Kemerdekaan Finansial” di acara Next Gen Summit 2021, kemarin.

Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir dalam acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Kemerdekaan Finansial yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu, 7 April 2021.
Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir dalam acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Kemerdekaan Finansial yang digelar Beritasatu Media Holdings, Rabu, 7 April 2021.

Pandu memberi contoh yang dilakukannya ketika mulai bekerja. Sekitar 20% hingga 30% penghasilan bulanannya selalu dialokasikan untuk investasi hingga asuransi. Ketika penghasilannya semakin meningkat, alokasi untuk investasi pun semakin besar.

Investasi juga tidak melulu di saham atau produk pasar modal lainnya. Penghasilan yang dialokasikan untuk investasi juga bisa digunakan untuk meng-upgrade pendidikan, sehingga nantinya pendapatan juga akan naik. “Di usia 20-30 tahun, Anda perlu sisihkan penghasilan untuk pendidikan Anda. Buat diri Anda lebih mahal. Kalau sudah S1, jadi S2. Kalau baru SMA, jadi D1. Dengan begitu, pendapatan Anda nantinya akan lebih besar,” ujar Pandu.

Tak Terlambat untuk Investasi

Founder EMtrade Ellen May mengungkapkan, pada dasarnya, memulai investasi sedini mungkin akan memberikan keuntungan yang lebih baik. Tetapi, sebetulnya tidak ada kata terlambat untuk mulai berinvestasi. Bila memang punya ‘uang dingin’ atau uang yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu, Ellen menyarankan untuk segera mulai investasi.

Founder EMtrade Ellen May di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Kemerdekaan Finansial yang digelar Beritasatu.com, Rabu, 7 April 2021
Founder EMtrade Ellen May di acara Nextgen Summit 2021 sesi diskusi Kemerdekaan Finansial yang digelar Beritasatu.com, Rabu, 7 April 2021

“Kalau bisa, mulailah investasi sejak 20 tahun lalu. Kalau tidak bisa, mulailah sekarang. Kenapa? Misalnya untuk investasi saham, dari tahun ke tahun harganya pasti naik signifikan. Dan, sebenarnya kesempatan untuk mendapatkan saham-saham dengan valuasi terdiskon sangat jarang. Yang saya amati di 2008 valuasi saham sangat murah sekali, dan baru terulang lagi di 2020 ketika masa pandemi. Sekarang, memang sudah banyak saham yang menguat secara signifikan, tetapi saya melihat masih ada beberapa peluang untuk investasi di saham-saham yang masih terdiskon,” ungkap Ellen May.

Ellen menambahkan, memulai investasi juga tidak harus dengan modal yang besar. Bahkan saat ini dengan uang Rp 100.000, kita sudah bisa mulai berinvestasi, termasuk di instrumen saham.

“Dengan modal di bawah Rp 500.000, itu juga sudah bisa banget dapat saham perusahaan yang secara fundamental bagus,” ungkap Ellen.

Butuh Crypto Hedge Fund

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, booming atau hype aset kripto di Indonesia perlu disikapi secara bijak oleh para calon investor.

Selain itu, Indonesia juga perlu memiliki institusi seperti layaknya manajer investasi yang mengelola dana investor terkait aset kripto. Ia mengatakan, peluang perkembangan aset kripto di Indonesia sangat besar. Populasi Indonesia setara dengan 3,5% dari populasi seluruh dunia pada tahun 2020.

“Itu berarti ada potensial 270 juta dompet digital yang bisa memiliki akses ke layanan keuangan. Aset kripto pun dapat mengubah bagaimana PDB (produk domestik bruto) US$ 1,1 triliun kita dapat berinteraksi dengan pasar global,katanya. Namun sayangnya, lanjut dia, perkembangan aset kripto di Indonesia belum diikuti dengan adanya crypto hedge fund. Padahal di luar negeri, institusi ini sudah banyak.

Chief Operating Office Tokocrypto sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO)
Chief Operating Office Tokocrypto sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO)

“Untuk mengegolkan ini, tentunya juga dibutuhkan aturan yang mendukungnya. Investor di Indonesia banyak yang pasif investor, tapi mereka ingin mendapatkan high return. Dengan crypto hedge fund yang bisa memutar dananya di aset kripto seperti halnya reksa dana, ini bisa memaksimalkan cuan,” kata pria yang biasa disapa Manda ini.

Manda menjelaskan, jenis aset kripto ada lima. Per tama, utility token atau token utilitas yang memiliki nilai di dalam platform tempat beroperasi dengan teknologi, orang-orang yang terlibat, dan mitra lain. Contohnya bitcoin, ethereum, dan litecoin.

Kedua, asset backed token atau aset vir tual yang nilainya dipatok dengan basis mata uang, barang, komoditas, atau aset stabil lainnya untuk meminimalkan volatilitas harga. Contohnya, tether, usdc, dan digix.

Ketiga, security token atau aset digital dalam bentuk kripto yang digunakan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sudah berjalan sebelumnya. Contohnya, polymath, thorecoin, dan lcx Keempat, decentralized finance untuk menciptakan kembali layanan keuangan dengan cara yang terdesentralisasi, tanpa membutuhkan pihak ketiga. Contohnya, uniswap, chainlink, dan compound.

Kelima, non fungible token atau token unik yang merepresentasikan sebuah hak digital yang berarti bukti keaslian dan kepemilikan dari aset di dunia digital, dan tercatat di block chain.

“Jadi, ada banyak kategori aset kripto. Tidak hanya bitcoin, tapi ada jenis kripto aset lainnya yang luar biasa banyak di dunia,” kata Manda.

Saat ini terdapat 13 pedagang aset kripto di Indonesia yang memegang tanda daftar perdagangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dari 8.472 aset kripto yang beredar di seluruh dunia, hanya 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia.

Struktur umur penduduk Indonesia
Struktur umur penduduk Indonesia

Ia mengatakan, aset kripto meski saat ini dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia, dan hanya digunakan sebagai investasi komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, namun aset ini berpotensi menjadi alat transaksi di masa depan.

“Cepat atau lambat semua akan ke kripto pada saatnya. Itu akan dimungkinkan ke depannya. Persoalannya, tinggal peraturan mana yang membolehkan itu jadi alat transaksi. Misalnya saja, Bank Indonesia mengeluarkan aset kripto yang underlying-nya rupiah dan pasti boleh jadi alat transaksi,” paparnya.

Dalam perkembangannya, aset kripto di Indonesia pun dinilai sudah memiliki regulasi yang baik. Salah satunya, melalui Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, terutama dalam menghadapi persaingan global dalam era ekonomi digital.

Pemanfaatan Platform Digital

Pada kesempatan terpisah, Co-Founder & Director Tanamduit Muhammad Hanif mengungkapkan, pemanfaatan platform digital saat ini menguntungkan. Hal ini misalnya telah mendorong adanya transparansi dalam pengelolaan dana investasi di reksa dana.

Para investor kini bisa mengetahui pertumbuhan investasinya setiap hari melalui perangkat digital, seperti layanan yang diberikan Tanamduit sebagai perusahaan agen penjual efek reksa dana.

Fitur baru Tanamduit
Fitur baru Tanamduit

“Dengan digital, transparansi tidak menjadi isu. Karena semua informasi seperti prospektus, fund fact sheet, itu ada semua di aplikasi. Untuk pertumbuhan investasi, orang juga bisa langsung tahu pertumbuhannya setiap hari melalui aplikasi,” kata Muhammad Hanif baru-baru ini.

Sebagai perusahaan agen penjual efek reksa dana, lanjut dia, Tanamduit kini bekerja sama dengan 14 manajer investasi (MI). Selain memasarkan reksa dana, sejak Mei 2018 Tanamduit ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai mitra distribusi untuk Surat Berharga Negara (SBN). Saat ini, lanjut dia, sekitar 75% sampai 80% pengguna Tanamduit berasal dari kelompok milenial. (b1/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN