Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana pengunjung saat dibukanya kembali Lippo Mall Tamini Square di Jakarta Timur, Senin (15/6/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Suasana pengunjung saat dibukanya kembali Lippo Mall Tamini Square di Jakarta Timur, Senin (15/6/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao.

Minggu Kedua Pelonggaran PSBB, Pengunjung Mal Mulai Meningkat

Jumat, 26 Juni 2020 | 15:11 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, pada minggu kedua pembukaan kembali pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta, pengunjung mulai meningkat.

Menurut dia, pada awal pembukaan kembali mal di DKI Jakarta, masyarakat yang berkunjung hanya 20% dari rata-rata pengunjung harian pada masa normal. Namun, pada minggu kedua jumlahnya mulai meningkat menjadi sekitar 30-40%.

“Kalau kita lihat historinya di pasar ritel di tahun-tahun lalu memang setelah lebarang itu paceklik, jadi jangan berharap terlalu banyak. Dengan hasil sekarang itu sudah bagus menurut saya, yang penting kita sudah mulai bergerak, roda ekonomi bergerak, karyawan udah masuk lagi,” kata Stefanus dalam webinar di Jakarta, Kamis (25/6).

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan

Stefanus mengatakan, pengelola mal terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia pun berharap ke depan pengunjung mal terus bertambah.

Dia juga berharap tenant selaku penyewa mal bisa mempertahankan usaha mereka meski pendapatan sedang tertekan akibat minimnya pengunjung, baik karena masyarakat yang masih enggan datang maupun karena ketentuan social distancing dari pemerintah.

“Karena kalau penyewa tidak bertahan, tutup, mal akan ikut tutup lagi,” imbuh Stefanus.

Ia juga meminta pemerintah segera merealisasikan insentif kepada pengusaha berupa keringanan pajak tagihan listrik, penurunan Pajak Penghasilan (PPh) final yang dikatakan akan diturunkan pemerintah sejak sebelum Covid-19, serta keringanan pajak reklame dan parkir.

Dia menilai insentif-insentif tersebut dapat membantu pengusaha bertahan melalui krisis. Setelah melalui krisis, barulah pengusaha akan kembali bekerja sama dengan pemerintah mengumpulkan pendapatan negara.

Mendag Agus Suparmanto. Sumber: BSTV
Mendag Agus Suparmanto. Sumber: BSTV

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan sedang berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk mengakomodir permintaan pengusaha.

Dia antara lain tengah memperjuangkan supaya pemakaian listrik minimal 40 jam bagi pengusaha bisa ditiadakan.

“Ini sedang dibicarakan dengan kementerian dan lembaga lain untuk mengeluarkan kebijakan tersebut. Namun demikian, kita memerlukan waktu,” kata dia dalam kesempatan yang sama, Kamis (25/6).

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey  Sumber: BSTV
Ketua Umum Aprindo Roy Mandey Sumber: BSTV

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy N. Mandey, mengatakan selama seminggu pembukaan kembali mal di Jakarta, jumlah masyarakat yang berkunjung ke mal tidak banyak dan mereka hanya membeli kebutuhan pokok.

Menurut dia, masyarakat yang masih memiliki penghasilan saat ini memilih untuk menahan belanja mereka karena menganggap kondisi di tengah pandemi Covid-19 masih tidak pasti.

Pada saat yang sama, tekanan terhadap arus kas pengusaha ritel juga datang dari penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut dia, pengusaha ritel harus mengeluarkan ekstra biaya untuk memenuhi syarat protokol kesehatan baik dari pemerintah maupun pengelola mal. Dengan berbagai tekanan tersebut, Roy mengatakan saat ini pengusaha ritel mengharapkan tambahan relaksasi dari pemerintah.

“Kita berharap bahwa akan ada relaksasi-relaksasi yang akan diberikan lagi oleh pemerintah. Karena pelaku usaha ketika mempertahankan nafas kehidupannya, akan berdampak terhadap ekonomi sehingga bergerak. Karena ritel modern kan tempat masyarakat untuk mengkonsumsi, kemudian menyerap tenaga kerja sehingga kalau mereka sudah bekerja kembali mereka bisa produktif dan mendapatkan hasil,” kata Roy kepada Investor Daily, Senin (22/6). (c02)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN