Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ILUSTRASI: Harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/am.

ILUSTRASI: Harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/am.

Minyak Jatuh Lagi, Brent US$ 37,65/Barel

Jumat, 30 Oktober 2020 | 07:48 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak jatuh lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyentuh level terendah lima bulan dan memperpanjang penurunan tajam hari sebelumnya karena penguncian di sejumlah negara Eropa yang dapat berdampak pada permintaan minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Desember ditutup turun US$ 1,47 atau 3,76% menjadi US$ 37,65 per barel. Minyak Brent sempat menyentuh level US$ 36,64 per barel, terendah dalam lima bulan. Kontrak minyak untuk Januari 2021 anjlok 4% menjadi US$ 38,11 per barel.

Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) menetap pada US$ 36,17 per barel atau turun 3,26%. Kontrak tersebut menyentuh level terendah sejak pertengahan Juni di US$ 34,92 per barel.

Sebelumnya, harga minyak untuk kedua kontrak tersebut jatuh lebih dari 5% pada Rabu (28/10/2020). “Para investor bereaksi terhadap kasus Covid-19 yang melonjak - mereka bereaksi terhadap jumlah kasus baru,” kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, di New York.

Pasar berada di bawah tekanan tambahan tentang kekhawatiran permintaan, karena tambahan stimulus ekonomi AS belum datang, kata Yawger. Dengan kasus Covid-19 yang melonjak di seluruh Eropa, Perancis akan mewajibkan orang-orang tinggal di rumah kecuali aktivitas penting mulai Jumat waktu setempat, sementara Jerman akan menutup bar, restoran, dan teater mulai 2 November hingga akhir bulan.

"Langkah penguncian dikhawatirkan memukul permintaan di seluruh Eropa. Prospek jangka pendek untuk minyak mentah mulai memburuk," kata Kepala Strategi Pasar Global Axi, Stephen Innes.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya akan memantau prospek permintaan yang memburuk serta meningkatnya pasokan dari anggota OPEC Libya.

OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, berencana mengurangi produksi pada Januari 2021 dari 7,7 juta barel per hari (bph) saat ini menjadi sekitar 5,7 juta barel per hari.

Analis di Commerzbank Research mengatakan, produksi minyak tidak akan meningkat mulai Januari. "Sebaliknya, OPEC dan sekutunya (OPEC+) benar-benar perlu menerapkan pengurangan produksi lebih lanjut, mengingat prospek permintaan yang lemah."

Libya saat ini memproduksi 680.000 barel per hari dan mengharapkan produksi meningkat menjadi satu juta barel per hari dalam beberapa minggu mendatang, kata sumber minyak Libya.

OPEC+ dijadwalkan bertemu pada 30 November dan 1 Desember untuk menetapkan kebijakan.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN