Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Pompa angguk minyak sedang beroperasi di Signal Hill, dekat Long Beach, California, Amerika Serikat.
(Foto: Mario Tama / Getty Images / AFP )

Ilustrasi: Pompa angguk minyak sedang beroperasi di Signal Hill, dekat Long Beach, California, Amerika Serikat. (Foto: Mario Tama / Getty Images / AFP )

Minyak Jatuh Lagi, Pasar Khawatir Covid-19

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 08:37 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyak jatuh lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang penurunan tajam hari sebelumnya dan membukukan penurunan bulanan kedua berturut-turut. Investor khawatir dengan lonjakan kasus Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat yang berpotensi memukul permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun 19 sen menjadi US$ 37,46 per barel. Sedangkan minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Desember berkurang 38 sen menjadi US$ 35,79 per barel.

Untuk bulan ini, WTI merosot 11%, sementara Brent jatuh 10 %.

Para pemimpin di Perancis dan Jerman telah memerintahkan negara mereka untuk kembali ke dalam penguncian, ketika gelombang besar kedua infeksi virus corona mengancam akan membanjiri Eropa sebelum musim dingin.

Amerika Serikat juga menghadapi lonjakan kasus, memecahkan rekor infeksi baru satu hari. "Banyak negara dengan konsumsi minyak yang tinggi di dunia dilanda lonjakan infeksi yang tingkatnya tidak mereka alami bahkan selama gelombang pertama," kata Paola Rodriguez-Masiu, analis pasar minyak senior Rystad Energy. Dikhawatirkan hal ini akan memukul permintaan minyak.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, telah merencanakan untuk meningkatkan produksi sebesar dua juta barel per hari (bph) pada Januari.

Namun, produsen utama Arab Saudi dan Rusia mendukung untuk mempertahankan pengurangan produksi kelompok saat ini sekitar 7,7 juta barel per hari hingga tahun depan dalam menghadapi penguncian di Eropa dan peningkatan produksi minyak Libya.

OPEC+ dijadwalkan mengadakan pertemuan kebijakan pada 30 November dan 1 Desember. "Hasilnya, berpotensi untuk mengirim harga minyak 10 dolar AS per barel di kedua arah," kata analis PVM tentang pertemuan tersebut.

Di Amerika Serikat, jumlah rig minyak dan gas alam naik pada Oktober untuk bulan ketiga berturut-turut dan pengebor menambahkan rig terbanyak dalam sebulan sejak Mei 2018, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes Co pada Jumat (30/10/2020).

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN