Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
harga minyak naik

harga minyak naik

Minyak Melonjak, Brent Dekati US$ 50/Barel

Sabtu, 5 Desember 2020 | 08:39 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga minyal melonjak pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Brent mendekati US$ 50 per barel. Sentimen paket stimulus ekonomi AS dan perkembangan vaksin Covid-19 menjadi katalis kenaikan harga minyak.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengeskpor Minyak dan sekutunya (OPEC+) sepakat untuk menaikkan produksi secara bertahap 500 ribu barel perhari (bph). Meski demikian, pasar mengesampingkan peningkatan pasokan dan kenaikan jumlah korban tewas akibat Covid-19.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 54 sen atau 1,11% menjadi US$ 49,25 per barel. Selama sesi tersebut, kontrak Brent mencapai level tertinggi sejak awal Maret di 49,92 dolar AS per barel.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, terangkat 62 sen menjadi US$ 46,26 per barel, setelah menyentuh level tertinggi US$ 46,68 per barel.

Kedua acuan minyak telah naik selama lima minggu berturut-turut, dengan harga Brent naik 1,7% dan harga minyak mentah AS naik 1,9%. Rencana paket stimulus bantuan Covid-19 yang dibicarakan bipartisan senilai US$ 908 miliar mendapatkan momentum di Kongres AS.

“Harga minya lebih tinggi, meskipun ada peristiwa yang sangat buruk -- ini semua tentang stimulus,” kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, di New York.

OPEC+

OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, pada Kamis (3/12/2020) menyetujui kompromi untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari, tetapi melanjutkan sebagian besar pembatasan pasokan yang ada untuk mengatasi permintaan yang terpukul Virus Corona.

OPEC dan Rusia sepakat untuk mengurangi pemangkasan produksi minyak mulai Januari sebesar 500.000 barel per hari dengan kenaikan lebih lanjut yang belum ditentukan setiap bulannya.

Organisasi itu gagal mencapai kompromi mengenai kebijakan yang lebih luas untuk sisa tahun 2021. OPEC+ diperkirakan akan melanjutkan pemotongan yang ada hingga setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana untuk meningkatkan produksi sebesar dua juta barel per hari.

Kenaikan ini berarti grup tersebut akan mengurangi produksi sebesar 7,2 juta barel per hari, atau 7% dari permintaan global mulai Januari, dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN