Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sri Raharjo

Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sri Raharjo

SAAT PANDEMI COVID-19,

Minyak Sawit Merah Alami Bisa Tingkatkan Imunitas

Selasa, 28 April 2020 | 22:23 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id -  Bulan suci Ramadan 1441 H kali ini memang sangatlah berbeda karena harus dijalani di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya melakukan pembatasan sosial dengan meniadakan kegiatan keagamaan, juga penting bagi mereka yang menjalani puasa untuk menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang mampu meningkatkan imunitas tubuh serta menjaga kesehatan paru-paru.  

Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sri Raharjo mengungkapkan, dalam menghadapi pandemi Covid -19 ini, penting untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung pro-vitamin A, vitamin E serta vitamin C guna menjaga kesehatan paru-paru.

Hal tersebut dipaparkan Sri Raharjo pada seminar online atau webinar bertajuk “Minyak Sawit Merah Alami atau Virgin Red Palm Oil (VRO) untuk meningkatkan imunitas menghadapi pandemi Covid -19” yang diselenggarakan Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi), Selasa (21/4/2019).

Sri Raharjo menjelaskan VRO mengandung beta karoten atau pro-vitamin A 15 kali lebih tinggi dari pada pro-vitamin A yang terkandung dalam wortel.

Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sri Raharjo
Guru Besar Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Sri Raharjo

Sementara itu, sawit juga mengandung vitamin E (tokoferol) dan tokotrienol tinggi yang dikenal sebagai antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Vitamin E, tokotrienol, dan pro-vitamin A yang terlarut di dalam VRO merupakan antioksidan kuat yang mampu menangkal radikal bebas. Sementara vitamin C yang banyak terkandung dalam buah-buahan berfungsi untuk menyegarkan kembali vitamin E sebagai antioksidan yang melemah setelah bereaksi dengan radikal bebas” jelas Sri.

Sri Raharjo juga menjelaskan bahwa VRO mengandung asam palmitat yang merupakan lemak jenuh dan salah satu komponen dominan di dalam minyak sawit.  Asam palmitat berperan penting dalam memberikan perlindungan terhadap paru-paru yang sehat. Asam palmitat merupakan komponen utama (sekitar 60%) dari senyawa fosfolipida yang melapisi dinding bagian dalam rongga alveoli paru-paru. Fosfolipida ini berfungsi sebagai surfaktan yang dapat membantu memudahkan pertukaran gas (oksigen dan karbondioksida) dari rongga alveoli ke pembuluh darah atau sebaliknya.

“Jika seseorang terinfeksi oleh Covid -19 maka paru-paru menjadi sasaran utamanya. Sel-sel pada alveoli dalam paru-paru yang bertugas menghasilkan fosfolipida menjadi rusak dan tidak mampu memproduksi fosfolipida lagi. Akibatnya proses pertukaran gas dalam rongga alveoli tidak dapat berlangsung secara normal. Dalam kondisi ini penderita akan mengalami kesulitan bernafas. Untuk itu diperlukan ventilator untuk membantu penderita bernafas,” ucap Sri.

Meskipun secara de novo asam palmitat sebagai komponen utama fosfolipida yang berfungsi sebagai surfaktan dapat disintesis oleh tubuh. Namun asupan asam palmitat dari makanan juga diperlukan untuk menjaga ketersediaannya yang cukup di dalam tubuh.

TBS Sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
TBS Sawit. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Sementara itu, hal senada disampaikan pemimpin redaksi Majalah Kulinologi yang juga merupakan penulis buku berjudul gizi dan kesehatan, Hindah Jatiningrum Muaris. Dalam pemaparannya Hindah menyatakan tekstur VRO yang mirip dengan margarin tidak asin sehingga tidak mengubah cita rasa jika dicampur dengan resep makanan.

Meskipun demikian, Ketua Umum Maksi Darmono Taniwiryono menyayangkan edukasi dan sosialiasai mengenai kandungan VRO bagi masyarakat Indonesia masih sangat kurang bahkan masih adanya stigma negatif akan kandungan sawit sebagai efek dari black campaign terhadap sawit Indonesia.

“Di Afrika, VRO menjadi bahan dasar makanan sehari-hari masyarakatnya, namun di Indonesia masih banyak orang belum paham bahkan tidak tahu jika makanannya mengandung minyak kelapa sawit. Seperti susunan komponen utama asam lemak sawit yang persis dengan susunan komponen asam lemak Air Susu Ibu (ASI) dan selama ini menjadi bahan dasar susu formula," tegas Darmono. (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : PR

BAGIKAN