Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). FOTO: Ruht Semiono/Suara Pembaruan.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). FOTO: Ruht Semiono/Suara Pembaruan.

Misbakhun ke Sri Mulyani: Garuda Mau "Diapain"? 

Selasa, 9 November 2021 | 14:57 WIB
Markus Junianto

JAKARTA, Investor.id - Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun mewanti-wanti pemerintah agar punya solusi jitu untuk Garuda Indonesia. Jangan sampai negara terus menyuntik dana ke maskapai nasional itu, tetapi hasilnya nihil.

Misbakhun menyampaikan hal itu saat menghadiri rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021)."Garuda ini mau kita apakan?" ujar dia.

Legislator Partai Golkar itu menjelaskan, pemerintah sudah menggelontorkan trilinan rupiah melalui penyertaan modal negara (PMN) untuk Garuda Indonesia. Namun, kondisi maskapai flag carrier itu tak membaik. "Garuda dapat dari PMN, sedangkan situasi tidak membaik," kata Misbakhun.

Oleh karena itu, Misbakhun menilai persoalan di Garuda bukan hanya menyangkut suntikan dana. "Pemegang sahamnya adalah Ibu (Menkeu, red), ini kan bisnis modelnya harus diperbaiki, atau seperti apa?" kata mantan PNS di Direktorat Jenderal Pajak itu.

Saat ini, Garuda Indonesia menanggung utang yang mencapai US$ 7 miliar atau di atas Rp 100 triliun. Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam laporan terakhirnya membeberkan pemegang saham Garuda adalah pemerintah (65,4%), PT Trans Airways (28,27%), dan publik (11,19%).

Misbakhun menyatakan Garuda Indonesia memiliki nilai historis, sehingga harus dipertahankan. "Penting bagi negara memiliki simbol seperti itu," katanya.

Menkeu Sri Mulyani dalam raker itu merencanakan dana suntikan untuk BUMN melalui PMN pada 2022 mencapai Rp 35,5 triliun. Namun, dalam daftar BUMN penerima PMN itu tak ada nama Garuda Indonesia.

 

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN