Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana Diskusi Informal  OJK dengan Ekonom Yogyakarta. Foto: ISEI Yogyakarta

Suasana Diskusi Informal OJK dengan Ekonom Yogyakarta. Foto: ISEI Yogyakarta

DISKUSI OJK-EKONOM YOGYAKARTA,

Mobilitas Salah Satu Kunci Pemulihan Ekonomi

Senin, 7 Juni 2021 | 07:55 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

YOGYAKARTA, investor.id – Membuka akses mobilitas kegiatan ekonomi secara bertahap menjadi salah satu kunci pemulihan ekonomi tak terkecuali bagi ekonomi Yogyakarta. Mobilitas tersebut harus diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin tinggi.

Demikian salah satu poin hasil diskusi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso yang didampingi beberapa Deputi Komisoner dengan Akademisi, khususnya Ekonom yang berdomisili di Yogyakarta di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu malam (5/6/2021).

Hadir dalam diskusi tersebut Mardiasmo (Mantan Wamenkeu/FEB UGM), Wihana Kirana Jaya (Guru Besar FEB UGM), Eko Suwardi (Dekan FEB UGM/Ketua ISEI Cabang Yogyakarta), Bagus Santosa (FEB UGM), Gunawan Sumodiningrat (Guru Besar Emeritus FEB UGM), Rimawan Pradiptyo (FEB UGM), Jaka Sriyana (Guru Besar FBE UII), Bogat (FEB Unbraw/Waket 2 ISEI Cabang Yogyakarta), Rudy Badrudin (STIE YKPN/Waket 3 ISEI Cabang Yogyakarta), Irwan Tri Nugroho (FEB UNS), dan Y Sri Susilo (FBE UAJY/Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta). Di samping itu, hadir juga Jimmy Parjiman (Kepala OJK DIY) selaku tuan rumah.

“Pembukaan akses mobilitas kegiatan ekonomi tersebut harus mendukung kebijakan Gubernur DIY terkait strategi kusir andong dalam pemulihan ekonomi yaitu tarik-ulur tali kekang untuk mengendalikan laju lari kuda. Kebijakan dan program pemulihan ekonomi juga harus mempertimbangkan sungguh-sungguh  kepentingan kesehatan (‘waras’/sehat) dan ekonomi (‘wareg/kenyang),” ujar Y Sri Susilo, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Kedua, lanjut Sri Susilo, pelaku usaha di DIY (khususnya UMKM) di samping membutuhkan dukungan restrukturisasi kredit atau pembiayaan namun juga membutuhkan kucuran modal kerja dengan regulasi yang lebih luwes.

Dengan kondisi usaha saat ini, banyak usaha yang berhenti namun juga ada yang mulai beroperasi karena adanya permintaan dari pasar, namun mereka tetap mengalami kendala pembiayaan. Bagi usaha yang prospektif, misalnya produk ekspor, dukungan pembiayaan harus diberikan dengan kemudahan dan regulasi yang fleksibel.

“Acara pertemuan atau diskusi OJK dengan Ekonom merupakan tradisi yang baik dan sebaiknya rutin dilakukan”, ungkap Y. Sri Susilo.

Susilo berharap, ke depan sebaiknya dalam forum diskusi tersebut juga mengundang pelaku usaha agar diskusi lebih representatif dan komprehensif.

Jaring aspirasi di lapangan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: ISEI Yogyakarta
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: ISEI Yogyakarta

Sementara itu, Ketua DK OJK Wimboh Santoso mengungkapkan bahwa untuk menjaring aspirasi dari pelaku usaha, akademisi dan masyarakat terkait program pemulihan ekonomi karena Pandemi Covid-19, OJK sering melakukan peninjauan secara langsung ke lapangan.

Menurut Wimboh, dengan terjun ke lapangan OJK dapat memperoleh informasi yang lebih akurat sebagai bahan untuk mengevaluasi sejauh manakah efektivitas kebijakan dan program yang telah dijalankan.

“Kami OJK harus sering turun ke lapangan untuk menjaring asprirasi dari pelaku usaha, akademisi dan masyarakat terkait program pemulihan ekonomi karena Pandemi Covid-19”, jelas Wimboh

Pertemuan dan diskusi tersebut merupakan yang kedua kali pada tahun ini. Sebelumnya pada bulan Maret 2021 juga telah dilakukan pertemuan sejenis.

Sebelum di Yogyakarta, Wimboh Santosa telah mengunjungi Solo. Setelah kota Yogyakarta, Ketua Dewan Komisoner OJK dan jajarannya akan mengunjungi Bandung dan kota lainnya di Indonesia.

“OJK sendiri melakukan gerak cepat untuk mendukung pemulihan ekonomi dengan memberikan dukungan penuh kepada korporasi, termasuk UMKM”, ungkap Wimboh.

Terkait dengan hal tersebut, OJK mempertemukan peran perbankan kepada kebutuhan industri melalui kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN