Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan) bersama Kepala BPS Suhariyanto (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2020).  Foto: SP/Ruht Semiono

Menkeu Sri Mulyani Indrawati (kedua kanan) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kanan) bersama Kepala BPS Suhariyanto (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Naik 1,1%, Dana Desa 2021 untuk Dukung Pemulihan Ekonomi

Rabu, 9 September 2020 | 13:27 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mengalokasikan anggaran Dana Desa sebesar Rp 72 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Angka itu hanya naik sebesar 1,1% dari alokasi pada tahun ini yang diatur di dalam Perpres 72/2020 yaitu sebesar Rp 71,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan Dana Desa tetap akan diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Selain itu, kenaikan itu juga untuk penguatan alokasi anggaran guna mendorong kinerja desa dalam meningkatkan tranfromasi perekonomian.

“Kebijakan Dana Desa pada tahun depan untuk meningkatkan porsi alokasi formula guna memperbaiki proporsi alokasi dana desa per desa sesuai dengan karakteristik desa,” tutur Menkeu dalam rapat kerja dengan DPD RI membahas RUU Pelaksanaan APBN 2019 dan RAPBN 2021 di Jakarta Rabu (9/9).

Sedangkan untuk melanjutkan pembenahan pelaksanaan kebijakan Dana Desa, pemerintah akan memberikan skema reward kepada desa yang berstatus mandiri, berupa penyaluran Dana Desa hanya dalam dua tahap. Sementara untuk desa lainnya dilakukan tiga tahap.

Lebih lanjut ia mengatakan, Dana Desa akan digunakan untuk memperkuat kesinambungan program padat karya tunai dan jaring pengaman sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Dalam rangka Covid tahun ini, Dana desa langsung membantu masyarakat melalui BLT," kata dia.

Selain itu, pemerintah juga akan memberdayakan UKM dan sektor usaha pertanian, serta mendorong transformasi ekonomi desa melalui desa digital. Pemerintah juga akan melakukan beberapa program pengembangan potensi desa, produk unggulan desa, kawasan perdesaan dan peningkatan peran BUMDes.

Adapun kesinambungan dana desa juga akan diguanakan untuk mendukung pengembangan sektor prioritas di antaranya pengembangan program berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung desa digital dan meningkatkan infrastruktur dan konektivitas yang pelaksanaannya diprioritaskan dengan program padat karya tunai.

“Kemudian mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan usaha budi daya pertanian, peternakan, dan perikanan,” pungkas Sri Mulyani.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN