Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekspor mobil. Foto ilustrasi: IST

Ekspor mobil. Foto ilustrasi: IST

Neraca Perdagangan Agustus Surplus US$ 2,33 Miliar

Selasa, 15 September 2020 | 14:53 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 2,33 miliar pada Agustus 2020. Nilai ekspor Indonesia di bulan tersebut mencapai US$ 13,07 miliar, lebih besar dari impornya US$ 10,74 miliar.

“Tentunya kita berharap, ekspor ke depan semakin membaik, sehingga surplus kita juga akan meningkat dan ekonomi bisa cepat pulih kembali,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantornya pada Selasa (15/9).

Suhariyanto mengatakan, ekspor Indonesia di bulan Agustus turun 4,62% dibanding Juli 2020. Sementara dibanding Agustus 2019, penurunannya mencapai 8,36%.

“Nilai impor Indonesia di bulan Agustus kemarin naik 2,65% dibandingkan Juli 2020. Namun, dibandingkan Agustus 2019 turun 24,19%,” ujar dia.

Menurut Suhariyanto, kondisi surplus ini masih jauh lebih besar dibandingkan posisi neraca perdagangan Agustus tahun 2019 yang mengalami surplus, tetapi hanya US$ 92,6 juta.

Dia memaparkan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus dengan beberapa negara. Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan dari Amerika Serikat sebesar US$ 1 miliar. Komoditas yang berperan terhadap surplus neraca perdagangan dari negara Paman Sam tersebut, yaitu pakaian dan aksesoris baik yang rajutan maupun bukan rajutan dan juga mesin dan perlengkapan listrik.

Indonesia, lanjut Suhariyanto, juga mencatatkan surplus perdagangan dari Filipina sebesar US$ 451 juta, terutama untuk ekspor kendaraan dan bagiannya bahan bakar mineral dan berbagai produk makanan olahan.

“Surplus ketiga yaitu dari India sebesar US$ 425 juta. Komoditas yang  menyebabkan terjadinya surplus adalah bahan bakar mineral, lemak hewani dan nabati, dan bahan kimia anorganik,” tutur dia.

Suhariyanto mengungkapkan, Indonesia juga mengalami defisit dengan sejumlah negara. Pertama, dengan Tiongkok sebesar US$ 893 juta. Kedua, dengan Brasil terjadi defisit sebesar US$ 158 juta. Ketiga, yaitu dengan Hongkong masih mengalami defisit US$ 116,7 juta.

“Untuk nilai kumulatif Januari-Agustus tahun 2020, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 11,05 miliar. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan posisi Januari-Agustus tahun 2019 yang pada waktu itu kita mengalami defisit sebesar US$ 2 miliar,” tutup Suhariyanto.

 

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN