Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nestle

Nestle

Nestle Ekspansi 3 Pabrik US$ 100 juta

Kamis, 1 Agustus 2019 | 08:09 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA - PT Nestle Indonesia menggelontorkan investasi sebesar US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun untuk peningkatan kapasitas produksi tiga pabriknya yang ada di Karawang, Jawa Barat; Pasuruan, Jawa Timur; dan Bandar Lampung, Lampung.

Di pabrik Karawang, PT Nestle Indonesia memproduksi minuman cair (Milo), kemudian di pabrik Pasuruan untuk produk susu cair (Bear Brand), dan di pabrik Bandar Lampung memproduksi bumbu masak (Maggi). Ekspansi ini akan menambah total kapasitas produksi PT Nestle Indonesia dari 620.000 ton per tahun menjadi 775.000 ton per tahun, atau naik 25%.

Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Dharnesh Gordhon mengatakan, pihaknya melihat kesempatan bisnis di Indonesia semakin kondusif dengan diiringi pertumbuhan permintaan konsumen terhadap produk-produk makanan dan minuman yang bergizi dan berkualitas tinggi. "Perluasan pabrik merupakan bentuk nyata dari komitmen Nestle Indonesia untuk menciptakan manfaat bersama, tidak hanya melalui produk yang berkualitas tinggi dan bernutrisi, tetapi sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat secara luas melalui semua kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan,” kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (31/7).

Melalui investasi tersebut, sebut Dharnesh, pihaknya berharap dapat meningkatkan produktivitas petani dan peternak sebagai pemasok bahan baku Nestle, dan juga kualitas produksi yang selaras dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. "Memberikan produk bernilai tambah merupakan salah satu wujud upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup dan terus berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia," ujar dia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Menperin) mengapresiasi upaya yang dilakukan PT Nestle Indonesia dalam mendukung perkembangan industri makanan dan minuman (mamin) di Tanah Air. Penambahan kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, industri mamin di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung sumber daya alam melimpah dan permintaan domestik yang besar. Oleh karenanya, sejumlah produsen masih percaya diri untuk meningkatkan investasi dan berekspansi guna memenuhi permintaan pasar, baik di domestik maupun ekspor.

“Hal tersebut menunjukkan pula bahwa optimisme dan kepercayaan dari para investor terhadap peluang di Indonesia masih sangat besar. Apalagi didukung dengan iklim usaha yang kondusif,” kata Menperin.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri mamin mencapai 6,77% atau di atas pertumbuhan ekonomi yang menyentuh di angka 5,07%. Selain itu, industri mamin berkontribusi sebesar 35,58% terhadap PDB industri nonmigas.

Selanjutnya, industri mamin memberikan sumbangsih signfikan terhadap peningkatan nilai investasi sebesar US$ 383 juta (PMA) dan Rp 8,9 triliun (PMDN) pada paruh pertama tahun ini. Total penyerapan tenaga kerja industri mamin mencapai 1,2 juta orang.

Menperin menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia, yang masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun. “Potensi pertumbuhan industri pengolahan susu di Indonesia masih sangat tinggi,” ungkap dia.

Oleh karena itu, menurut dia, perluasan dan peningkatan produksi PT Nestle Indonesia merupakan langkah yang tepat dalam memenuhi kebutuhan produk olahan susu maupun bumbu masak instan bagi masyarakat Indonesia.

“Apalagi, kami mengetahui dalam pemenuhan bahan baku, PT Nestle Indonesia telah melakukan kemitraan selama lebih dari 40 tahun dengan kurang lebih sebanyak 50.000 peternak sapi perah, petani kopi, kakao, dan beras dengan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas bahan baku. Pemerintah mengapresiasi business model ini dan akan menggunakan model Nestle untuk pengembangan peternak di Indonesia,” tutur Airlangga.

Dia berharap agar upaya kemitraan tersebut, terutama untuk kemitraan dengan peternak sapi perah, dapat terus ditingkatkan sehingga impor bahan baku untuk industri pengolahan susu dapat semakin menurun.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN