Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Nestle, raksasa perusahaan makanan asal Swiss, terpampang di kantor pusatnya yang berada di Vevey. ( Foto: FABRICE COFFRINI / AFP )

Logo Nestle, raksasa perusahaan makanan asal Swiss, terpampang di kantor pusatnya yang berada di Vevey. ( Foto: FABRICE COFFRINI / AFP )

Nestle Telah Kurangi 28% Kandungan Gula pada Produknya

Sabtu, 12 Juni 2021 | 13:26 WIB
Fajar Widhiyanto

Perusahaan makanan dan minuman jadi Nestle Indonesia menyebut pihaknya telah berhasil mengurangi kandungan gula pada produk-produk yang dihasilkan sebesar 28% sejak tahun 2017. Sementara itu kurang dari 30% produknya yang tidak memenuhi standar "kesehatan" eksternal yang ketat, yang didominasi produk-produk indulgent (memanjakan).

Hal ini disampaikan oleh Stephan Sinisuka, Head of Corporate Communication Nestle Indonesia dalam pernyataannya yang diterima redaksi. Ia menanggapi sebuah pemberitaan yang dilansir Financial Times beberapa hari lalu, yang menyebut hanya 37% dari produk makanan dan minuman Nestle telah memperoleh peringkat atau bintang di atas 3,5 dari Australia Health Rating System.

“Laporan tersebut didasarkan pada analisis yang mencakup hanya sekitar setengah dari portofolio penjualan global produk-produk kami. Analisis itu tidak mencakup produk -produk gizi bayi atau anak, gizi khusus, makanan hewan peliharaan, dan produk kopi.” kata Stephan Sinisuka dalam pernyataannya yang diterima redaksi.

Menurutnya, jika dilihat dari keseluruhan portofolio produk-produk Nestle berdasarkan total penjualan global, maka kurang dari 30% yang tidak memenuhi standar "kesehatan" eksternal yang ketat, yang didominasi produk-produk indulgent (memanjakan). Produk tersebut meliputi cokelat dan es krim, yang bisa dikonsumsi dalam jumlah yang cukup sebagai bagian dari pola makan sehat, seimbang, dan menyenangkan.

Ia juga percaya bahwa portofolio merek dan kategori produk-produk Nestle telah berkontribusi secara positif untuk kesehatan dan keafiatan komunitas yang dilayani di seluruh dunia. “Di Indonesia kami memproduksi dan mendistribusikan produk-produk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk persyaratan gizi, kualitas dan keamanan dari Badan POM (BPOM), serta peraturan Halal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menjamin kualitas dan keamanan produk-produk untuk para konsumennya. Disebutkan bahwa Nestle menambahkan bahan-bahan seperti serealia utuh, protein, serat dan mikronutrien (zat gizi mikro) termasuk mengurangi gula, garam, lemak jenuh dan kalori pada produk-produk yang ada.

Pada 2020 Nestle telah mendistribusikan 4.25 miliar sajian mikronutrien (zat gizi mikro) melalui produk-produknya di Indonesia. “Dan sejak 2017 kami telah berhasil mengurangi kandungan gula pada produk-produk kami sebesar 28%,” kata Stephan.

Masih menurut Stephan, pada 8 Juni 2021 lalu BPOM telah mengeluarkan penjelasan bahwa berita yang beredar baru-baru ini tidak ada kaitannya dengan kualitas dan kemanan pangan. BPOM juga telah melakukan proses evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi dan label termasuk pencantuman Informasi Nilai Gizi dalam memberikan Nomor Izin Edar (NIE) produk pangan olahan, termasuk produk Nestle yang beredar di Indonesia.

Nestlé, kata Stephan, memiliki proyek di dalam perusahaan untuk memperbarui standar gizi, kesehatan, dan keafiatannya. “Kami melihat secara menyeluruh semua portofolio produk kami di berbagai fase kehidupan manusia demi memastikan bahwa produk-produk kami membantu para konsumen memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung pola makan dengan gizi seimbang,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari kegiatan bisnisnya, Nestlé mengklaim senantiasa melakukan penilaian terhadap portofolio produk dan merenovasi serta memformulasi ulang produk-produknya. Upaya-upaya ini dibangun di atas fondasi kerja yang kuat selama beberapa dekade untuk meningkatkan kualitas gizi pada produk.

“Contohnya, kami telah mengurangi gula dan garam pada produk-produk kami secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah meluncurkan ribuan produk-produk untuk anak-anak dan keluarga yang memenuhi standar gizi eksternal yang ketat. Kami juga telah mendistribusikan milyaran dosis mikronutrien (zat gizi mikro) melalui produk-produk bergizi kami dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kami telah menambahkan produk-produk bergizi ke dalam portofolio Nestlé Health Science kami dan telah meluncurkan berbagai macam makanan dan minuman nabati,” ujarnya.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN