Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara ngobrol santai secara online melalui virtual zoom Forum Hipmi & Tokoh, Jumat (29/5/2020).

Acara ngobrol santai secara online melalui virtual zoom Forum Hipmi & Tokoh, Jumat (29/5/2020).

Ngobrol Bareng Kepala Daerah Millenial, Hipmi Beri Kunci Sukses di Usia Muda

Investor Daily, Sabtu, 30 Mei 2020 | 12:33 WIB

JAKARTA, investor.id - Banyak anak muda yang kerap sekali sulit menjajal menjadi pengusaha karena beberapa faktor. Mulai dari tidak memiliki pengalaman, galau hingga sulit mengambil keputusan.

Dalam acara ngobrol santai secara online melalui virtual zoom "Forum Hipmi & Tokoh", Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H. Maming yang mengisi acara, memaparkan tentang pengalamannya dalam mencapai mimpinya dan kunci sukses sebagai pengusaha.

Maming bercerita, pada saat dirinya mencalonkan sebagai Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan di usia muda, Maming dianggap sebagai anak bau kencur dan anak baru mau tahu tentang politik yang ingin langsung menjadi seorang bupati. Saat mencalonkan diri, pesaing-pesaingnya adalah senior-senior.

"Tapi semakin saya ditekan karena jiwa anak mudanya, semakin kita mau membuktikan pertaruhan pilkada. Alhamdulillah saya buktikan menjadi pemenang dan periode kedua saya maju lagi dan terpilih kembali jadi bupati. Pembuktian anak muda itu yang penting 'Jemput Mimpimu di Masa Muda'," ujar Maming, dalam acara ngobrol santai Forum Hipmi & Tokoh yang digelar Jumat (29/5/2020).

Dari tantangan tersebut, CEO Holding Company bernama PT Maming 69 dan PT Batulicin 69 itu mengatakan bahwa anak muda bisa lebih hebat dengan pembuktian dirinya yang bisa menjadi bupati selama dua periode dan bahkan bisa menjadi Ketua Umum Apkasi. Pembuktian-pembuktian tersebut sudah disampaikan kepada anak muda.

"Saya ini lahir bukan dari piring emas, bapak saya hanya kepala desa dan saya sekarang bisa menjadi kepala daerah, bisa menjadi pengusaha nasional dan bisa menjadi Ketua Umum Hipmi berarti menurut saya anak-anak yang lain sama seperti saya. Kalau saya juga mempunyai kesempatan seperti itu, menurut saya kawan-kawanpun semuanya mempunyai kesempatan, tinggal kapan kita menjemput mimpi di masa muda, itulah yang harus menjadi semangat kita. Kalau sudah tua, kita susah untuk membuat program," ucapnya.

Menurutnya, waktu masa muda merupakan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kesempatan anak muda harus diambil, karena anak muda sekarang di Indonesia masih sangat minim pengusahanya hanya 3% bahkan di negara-negara tetangga sudah mencapai angka 5 hingga 7%.

"Tingkat entrepreneur kita tidak naik karena tidak ada ruang dari pemerintah untuk anak muda. Bagi saya kalau kita tidak membuat regulasi untuk anak muda, era bencana bonus demografi yang kita hadapi. Pemerintah mempersiapkan anak muda menjadi bagian dari BUMN, paling tidak ada 10% anak muda duduk di jabatan penting seperti komisaris karena supaya ada masa transisi dari anak muda dan seniornya memberikan atau menurunkan ilmunya. Ilmu yang sudah dipersiapkan tersebut untuk menduduki jabatan penting di waktu muda, sehingga anak muda sudah siap ke depannya, tidak kaleng-kaleng," ungkap Mantan Bupati Tanah Bumbu itu.

Maming yang pernah menjadi bupati termuda di usia 28 tahun itu menambahkan, ada 4 unsur yang harus diambil oleh pemuda dalam berbangsa dan bernegara yaitu harus sukses bisnis, politik, pendidikan, serta sukses di dunia dan akhirat.

"Sukses dalam berpolitik kalau kita menjadi kepala daerah atau bupati, itu batasan sukses di kabupaten, kalau di provinsi menjadi gubernur. Kita layak menjadi kepala daerah yang bermanfaat bagi masyarakat. Sedangkan sukses di bisnis di waktu muda, bagi saya modal yang tidak ada yang bisa dibeli dengan umur. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berjuang, saya hanya anak kepala desa bisa jadi pengusaha nasional. Kita harus berkaca dari yang sukses melihat perjuangannya," tuturnya.

Di waktu yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengakui, dirinya terinspirasi sosok Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming yang sangat rendah hati. Dia bersyukur, sebelum menjadi bupati atau anggota dewan, kata Emil, Indonesia saat ini memberikan kesempatan kepada anak muda. Emil dan Mardani H Maming bersama-sama membuktikan bahwa anak muda bisa menjadi kepala daerah.

"Yang pertama kali nekat jadi bupati ya, Mardani. Saya terheran-heran. Maka, jangan melihat Mardani sekarang ini, tapi lihatlah semangat dan perjuangannya yang luar biasa dan itu menjadi inspirasi saya," tandas Emil.

Saat Emil menjadi Bupati Trenggalek Jawa Timur, dia mengaku, perjalanan politiknya banyak dukungan dan juga banyak terpengaruh dari seorang Mardani. Perjalanan ini yang menjadi kesempatan bagi anak muda untuk menjadi kepada daerah di usia muda.

"Saat ini anak muda bukan menuntut peran tapi mengisi peran apa yang dimiliki. Perdana menteri di beberapa negara Eropa di bawah usia 40 tahun yang terbilang masih muda bisa sukses. Anak muda harus nekat karena di situ tantangannya, sehingga kita bisa kerja lintas generasi jika anak muda berkolaborasi dengan usia yang tua. Bisa kok yang muda memimpin yang tua yang penting ada rasa tanggung jawab," katanya.

Selain Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang mengisi acara, hadir dalam forum ini yaitu para anak muda yang menjadi pemimpin lainnya seperti Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, dan Bupati Kabupaten Paser Penajam Utara Abdul Gafur Mas'ud. (gr)

Sumber : PR

BAGIKAN