Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Pelabuhan Patimban tahap I di Subang, Jawa Barat

Proyek Pelabuhan Patimban tahap I di Subang, Jawa Barat

November, Pelabuhan Patimban Ditargetkan Beroperasi

Minggu, 9 Agustus 2020 | 18:20 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi optimistis proyek Pelabuhan Patimban tahap I di Subang, Jawa Barat dapat selesai pada Oktober 2020 untuk kemudian dilakukan soft launching pada November 2020.

"Kami berharap semua pihak kerja keras agar Pelabuhan Patimban ini mulai dapat beroperasi pada November 2020," kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Minggu (9/8).

Dia menambahkan, beberapa pekerjaan saat ini masih dalam proses yang harus segera difinalisasi seperti ramp on/ramp off dari jalan akses, penetapan alur pelayaran dan perairan pandu, pemilihan operator, dan sejumlah hal lainnya. "Diharapkan semuanya dapat selesai tepat waktu," ungkap Menhub.

Menhub Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV
Menhub Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Terkait dengan dukungan aksesibilitas, nantinya pelabuhan Patimban akan dilengkapi dengan akses jalan tol dan jalur kereta api.

"Dengan adanya kemudahan akses dan fasilitas ini diharapkan ke depan akan dapat menjadikan kawasan Pelabuhan Patimban ini menjadi kawasan logistik yang sangat besar," papar Budi Karya.

Budi menyebutkan, pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani peti kemasi 3,75 juta twenty foot equivalent units (TEUs). Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUs dan pada tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7 juta TEUs.

Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor (car terminal) yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. Car terminal ini nantinya memiliki kapasitas tampung hingga 600.000 kendaraan per tahun pada kondisi ultimate.

Budi Karya menuturkan, dengan adanya car terminal di Pelabuhan Patimban ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor produk kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Menurut Menhub, keberadaan Pelabuhan Patimban secara umum diharapkan dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, sekaligus mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dari dan menuju Jakarta. Diharapkan juga, pelabuhan ini dapat mendorong ekonomi masyarakat sekitar dan juga secara nasional.

"Kawasan Segitiga Emas Cirebon-Patimban-Kertajati atau yang lebih dikenal dengan Rebana diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) terbesar di Indonesia dengan dukungan konektivitas Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajat," terang Menhub.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN