Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Profesor Ari Kuncoro.   Foto: Suara Pembaruan/Bhakti Hariani

Profesor Ari Kuncoro. Foto: Suara Pembaruan/Bhakti Hariani

Omnibus Law Bisa Jadi Mesin Pendorong Ekonomi

Triyan Pangastuti/Abdul Muslim, Jumat, 7 Februari 2020 | 14:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Ekonom yang juga Rektor UI Prof Ari Kuncoro mengatakan, omnibus law bisa menjadi mesin pendorong ekonomi yang andal, asalkan dapat benar-benar diimplementasikan.

“Selama ini memang kendalanya ada di harmonisasi perizinan, terutama antara pusat dan daerah. Melalui omnibus law, kendala itu bisa diatasi,” ucap dia di Jakarta, Kamis (7/2) menanggapi pertumbuhan ekonomi di luar Jawa yang rendah bahkan minus.

Dalam mendorong investasi, khususnya di luar Jawa, menurut Ari, pemerintah harus menerapkan kebijakan yang komprehensif. “Yang difasilitasi jangan hanya izinnya. Harus dikawal sampai tuntas, dari mulai mengurus dan mengeluarkan izin investasi, sampai membangun pabrik dan bisa berproduksi,” tegas dia.

Ari Kuncoro juga menekankan pentingnya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan di daerah, yang akan menjadi gerbong untuk menarik potensi masing-masing wilayah di sekitarnya. “KEK bisa menjadi solusi ketimpangan,” kata dia.

Ari menambahkan, Indonesia bisa meniru AS yang menjadikan Alaska sebagai kawasan wisata, sehingga ekonominya tumbuh pesat. “Papua sudah punya Raja Ampat. Itu bagus, tapi di Papua harus ada kota yang bisa menarik wisatawan untuk berbelanja, tinggal lebih lama, nonton film, ngopi, dan lain-lain. Nanti dengan sendirinya, industri akan tumbuh di situ,” tandas dia.

Ajib Hamdani. Foto: IST
Ajib Hamdani. Foto: IST

Ketua Hipmi Bidang Ekonomi dan Keuangan Ajib Hamdani mengatakan, para pengusaha berharap banyak pada omnibus law. “Kami optimistis omnibus law bisa menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah,” ucap dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa yang berkontribusi 59% terhadap perekonomian nasional, tumbuh 5,52% pada 2019. Sedangkan Sumatera tumbuh 4,57% (kontribusi 21,32%), Kalimantan tumbuh 4,99% (kontribusi 8,05%), Sulawesi tumbuh 6,65% (kontribusi 6,33%), serta Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 5,07% (kontribusi 3,06%). Adapun Papua dan Maluku minus 7,40% (kontribusi 2,24%).

Data BPS juga menunjukkan, peran Jawa terhadap perekonomian nasional terus meningkat. (az)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA