Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Power Breakfast di Aryadutta Tugu Tani, Jakarta, Kamis (20/2/2020) menghadirkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.  Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

CEO Power Breakfast di Aryadutta Tugu Tani, Jakarta, Kamis (20/2/2020) menghadirkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

CEO POWER BREAKFAST,

Omnibus Law Ciptaker Diharapkan Serap 3 juta Angkatan Kerja

Arnoldus Kristianus, Kamis, 20 Februari 2020 | 12:45 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan UU omnibus law cipta kerja (Ciptaker) diharapkan akan menyerap 3 juta tenaga kerja. Saat ini jumlah penggangguran sebanyak 7 juta tenaga kerja. Setiap tahun dengan pertumbuhan ekonomi  5% pemerintah mempekerjakan dengan rule of thumb 400 sampai 500 ribu tenaga kerja per 1% pembangunan.

“Dengan jumlah jumlah 500 ribu tenaga kerja inik kira kira bisa 2 sampai 2,5 juta. Omibus law cipta kerja Ini yang akan didorong supaya bisa meningkat sampai 3 juta,” ucap Airlangga Hartarto dalam acara CEO Power Breakfast" yang diselenggarakan oleh Beritasatu Media Holdings di Hotel Arya Duta, Jakarta, Kamis (20/2).

News Director Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri), menjadi host saat CEO Power Breakfast yang menghadirkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) di  Jakarta, Kamis (20/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
News Director Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri), menjadi host saat CEO Power Breakfast yang menghadirkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) di Jakarta, Kamis (20/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Airlangga menjelaskan saat ini setiap tahunnya ada tiga juta angkatan kerja baru yang masuk. Sehingga jumlah pengangguran yang sudah mencapai tujuh juta ini  selalu berada diluar pasar tenaga kerja. Pemerintah juga menjalankan program kartu pra kerja.

Dalam program tersebut pmrintah menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja.

“Angkatan kerja dilatih  agar mereka memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja,” ucap Airlangga.

Founder Lippo Group Mochtar Riady (kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), CEO Beritasatu Media Holdings Nicky Hogan, di sela kegiatan CEO Power Breakfast, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Rosa
Founder Lippo Group Mochtar Riady (kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), CEO Beritasatu Media Holdings Nicky Hogan, di sela kegiatan CEO Power Breakfast, Jakarta, Kamis (20/2/2020). Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Pemerintah menargetkan akan menjalankan program kartu pra kerja di bulan April 2020 ini. Dengan anggaran sebesar Rp 10 triliun pemerintah akan menjalankan program tersebut terhadap 2 juta calon tenaga kerja.  Sampai saat ini pemerintah sedang melakukan pengembangan sistem mulai dari platform sampai lembaga pelatihan.

"Kartu Prakerja bukan untuk pengangguran saja, tetapi diutamakan kepada orang yang belum pernah bekerja," ucap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan UMKM Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin.

Ia mengatakan melalui program ini calon tenaga kerja akan diberikan  kursus singkat  kepada para pencari kerja agar bisa mendapat kemampuan baru  dalam satu bidang atau untuk menjadi wirausaha.

Selain itu, pemerintah juga memberikan layanan kepada para pekerja yang baru saja di-PHK atau yang ingin mencari pekerjaan baru untuk mengikuti pelatihan.

“Kami melihat dari 2 juta penerima manfaat kartu pra kerja tahun ini akan terus berkembang kedepannya. Sejalan dengan  tahun ke depan kami akan revitasliasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Diharapkan skill gap akan berkurang sehingga jumlah pengangguran juga menurun,” ucap Rudy.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN