Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Markas OPEC. ( Foto: AFP )

Markas OPEC. ( Foto: AFP )

OPEC+ Perpanjang Pemotongan Produksi Hingga Juli

Listyorini, Minggu, 7 Juni 2020 | 08:09 WIB

MOSCOW, Investor.id - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya Rusia, yang dikenal dengan OPEC+, sepakat untuk memperpanjang pemotongan produksi hingga Juli 2020.

Pertemuan OPEC + tersebut juga menuntut negara-negara seperti Nigeria dan Irak, yang melebihi kuota produksi pada Mei dan Juni, mengimbangi pemotongan tambahan pada Juli hingga September.

Kesepakatan ini membantu harga minyak mentah naik dua kalilipat dalam dua bulan terakhir akibat pasokan berkurang hampir 10% dari pasokan global dari pasar.

OPEC + pada awalnya setuju pada bulan April bahwa mereka akan memotong pasokan sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) selama Mei-Juni untuk menopang harga yang anjlok akibat krisis coronavirus (Covid-19). Pemotongan itu akan meruncing menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember.

“Permintaan akan kembali naik setelah dunia keluar dari langkah penguncian (lockdown). Tetapi kita belum keluar dari hutan dan tantangan ke depan tetap ada,” kata Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada konferensi video para menteri OPEC +, seperti dikutip Reuters, Minggu (WIB)

Benchmark minyak mentah Brent LCOc1 naik ke level tertinggi tiga bulan pada hari Jumat waktu setempat di atas $ 42 per barel, setelah anjlok di bawah $ 20 pada bulan April. Harga minyak masih tetap sepertiga lebih rendah dari pada akhir 2019.

"Harga dapat diharapkan kuat pada Senin, mempertahankan level di atas $ 40," kata Bjornar Tonhaugen dari Rystad Energy.

Arab Saudi, pemimpin de facto OPEC, dan Rusia harus melakukan tindakan penyeimbangan untuk menaikkan harga minyak guna memenuhi kebutuhan anggaran mereka. Namun, mereka tidak mendorong harga di atas $ 50 per barel karena menghindari kebangkitan kembali produksi serpih AS yang selama ini menjadi saingan.

Tidak jelas apakah Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait akan melampaui melampaui pemotongan Juni. Sebelumnya, mereka melakukan pemotongan sukarela tambahan 1,18 juta barel per hari, meski bukan bagian dari kesepakatan.

Irak, salah satu negara dengan tingkat kepatuhan terburuk pada bulan Mei, setuju untuk pemotongan tambahan meskipun tidak jelas bagaimana Baghdad akan mencapai kesepakatan dengan perusahaan minyak utama dalam membatasi produksi Irak.

Data OPEC menunjukkan, Irak menghasilkan 520.000 barel per hari di atas kuota pada Mei, sementara kelebihan produksi Nigeria 120.000 barel per hari, Angola 130.000 barel per hari, Kazakhstan 180.000 barel per hari, dan Rusia 100.000 barel per hari.

Komite pemantauan gabungan menteri OPEC +, yang dikenal sebagai JMMC, akan bertemu setiap bulan hingga Desember untuk meninjau pasar, kepatuhan dan merekomendasikan tingkat pemotongan. Pertemuan JMMC berikutnya dijadwalkan pada 18 Juni.

OPEC + dijadwalkan akan mengadakan pertemuan berikutnya pada 30 November-Des. 1.

Sumber : REUTERS

BAGIKAN