Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Manado - Bitung. Foto ilustrasi: PUPR

Tol Manado - Bitung. Foto ilustrasi: PUPR

Operasional To Manado dan Pekanbaru Tunggu Wabah Korona Mereda

Tri Murti, Sabtu, 4 April 2020 | 11:34 WIB

JAKARTA, investor.id - Pengoperasian Jalan Tol Manado-Bitung Seksi I dan Tol Pekanbaru- Dumai yang dijadwalkan Mei atau Juni mendatang, berpotensi diundur hingga pandemi Virus Korona jenis baru (Covid-19) mereda.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima perintah dari Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono perihal pengoperasian ruas Tol Manado- Bitung Seksi I dan Tol Pekanbaru-Dumai. Namun demikian, BPJT telah merekomendasikan pengoperasian dua ruas tol itu dilakukan setelah wabah Korona mereda.

“Kalau rekomendasi kami karena untuk pembatasan sosial, dua tol tersebut sepertinya bisa operasional setelah masa kritis Covid-19 terlampaui,” kata Danang kepada Investor Daily, Jumat (3/4).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Foto: tsipil.ugm.ac.id
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Foto: tsipil.ugm.ac.id

Data Kementerian PUPR menunjukkan ruas Tol Manado- Bitung memiliki total panjang 39 km. Adapun progress pembangunan Seksi I (Manado - Airmadidi) sepanjang 14 km telah mencapai 100% baik lahan maupun fisik. Sedangkan Seksi 2A (Airmadidi - Kauditan) sepanjang 6,5 km progres fisik 98,16% dan lahannya mencapai 99,61% dan ditargetkan selesai pada April 2020. Sedangkan, seksi 2B (Kauditan-Bitung) sepanjang 18,5 km progress fisik mencapai 45,59% dan lahan 97,25%, ditargetkan selesai akhir Desember 2020.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pembangunan Tol Manado-Bitung bertujuan mengurangi biaya logistik dari dan menuju Pelabuhan Internasional Bitung.

Keberadaan tol tersebut, lanjut dia, akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Bitung-Likupang, termasuk akses ke Pulau Lembeh. Ruas tol ini juga akan mampu memangkas jarak tempuh yang sebelumnya 90 menit menjadi 30 menit.

Sedangkan pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Dumai memiliki panjang 131 km. Sekarang progres pembangunan Seksi I (Pekanbaru - Minas) sepanjang 9,5 km mencapai 100% baik fisik maupun lahan.

Sementara Seksi 2 – 6 sepanjang 120,9 km, progress fisiknya mencapai 89,19% dan lahannya 94,26%, kemudian ditargetkan selesai akhir April 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan sambutan pada Konreg di Manado. Foto: dok. PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.  Foto: dok. PUPR

Basuki mengharapkan kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.

Sementara itu awal April ini, berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 302/ KPTS/M/2020, tanggal 30 Maret 2020, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Seksi Kayu Agung-Jakabaring) mulai dioperasikan.

Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan, kehadiran Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1 yaitu ruas Tol Kayu Agung-Palembang (akses Jakabaring) dapat mempersingkat jarak tempuh dari Kayu Agung menuju Palembang dari sekitar 2 jam menjadi hanya 20-30 menit. PT Waskita Toll Road melalui anak usahanya PT Waskita Sriwijaya Tol tercatat resmi mengoperasikan ruas Tol Kayu Agung-Palembang (akses Jakabaring) secara gratis kemarin (Rabu, 1/4) mulai pukul 07.00 WIB.

“Beroperasinya ruas tol seksi Kayu Agung-Jakabaring menawarkan percepatan waktu tempuh dari Kayu Agung menuju Palembang yang sangat signifikan lebih kurang hanya 20-30 menit saja dibandingkan jika harus melewati jalan provinsi dengan waktu tempuh lewat lintas timur mencapai lebih dari dua jam,” kata Herwidiakto dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (1/4).

Pengoperasian r uas tol yang menghubungkan Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 29,39 km termasuk akses simpang susun Kayu Agung itu berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 302/ KPTS/M/2020 tertanggal 30 Maret 2020.

Menurut Herwidiakto, kehadiran jalan tol tersebut juga akan berdampak pada lalu lintas logistik dan orang dari Palembang menuju kota lain maupun sebaliknya. Selain itu, ruas tol itu akan membuka alternatif destinasi baru bagi pengguna jalan Tol Trans-Sumatera. Ruas tol tersebut pernah diuji coba saat Angkutan Natal dan Tahun Baru tahun lalu di mana terjadi kepadatan namun masih dapat teratasi. (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN