Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kartu Prakerja

Kartu Prakerja

OPSI: Kuota Peserta Kartu Prakerja Perlu Dinaikkan Jadi 10 Juta

Minggu, 27 September 2020 | 22:25 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI)  menyatakan kehadiran program kartu prakerja sangat dibutuhkan untuk tenaga kerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun tenaga kerja informal yang terdampak pandemi Covid-19. 

Dengan jumlah tenaga kerja yang terdampak pandemi yang terus meningkat maka diperlukan peningkatan peserta kartu pra kerja. Saat ini pemerintah menetapkan kuota peserta kartu prakerja sebanyak 5,6 juta peserta.

“Karena jumlah tenaga kerja PHK terus meningkat maka kuotanya perlu ditambah 4,4 juta orang sehingga kuota totalnya menjadi 10 juta,” ucap Sekjen OPSI Timboel Siregar ketika dihubungi pada Minggu (27/9).

Juru Bicara Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Timboel Siregar
Timboel Siregar

Saat ini pemerintah juga menjalankan program bantuan sosial upah sebesar 2,4 juta untuk  15,7 tenaga kerja dari total 40 juta tenaga kerja.

Sementara program kartu prakerja untuk pekerja terkena PHK dan pekerja informal hanya diberi kuota 5,6 juta pesrta dari total 70 juta pekerja informal.

“Dengan jumlah tersebut peserta program kartu prakerja layak ditambah 4,4 juta,” ucap Timboel.

Dalam pelaksanannya Ia melihat peserta masih menghadapi kesulitan saat menjalani program tersebut.

Lebih lanjut Timboel mengatakan adanya 189.436 orang yang dicabut kepesertaannya menunjukkan ada permasalahan birokrasi kartu prakerja. Peserta tersebut dianggap tidak mengikuti pelatihan padahal untuk mendapatkan insentif peserta harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

“Ini persoalan birokrasi yang harusnya diselesaikan. Sebaiknya peserta diberikan fleksibilitas mau mendapat bantuan dulu atau mau mengikuti pelatihan. Jangan sampai metode pelatihan ini malah menyandera bantuan sosial yang diberikan pemerintah,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan total penerima Kartu Prakerja hingga 21 September telah mencapai 5.480.918 atau 98% dari total kuota tahun 2020 yang sebesar 5.597.183 orang. Sisa kuota sebesar 116.261 akan diserap melalui pendaftaran gelombang 10 yang dibuka pada Sabtu (26/9).

“Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020,” ucap Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN