Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area penambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Area penambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Optimalisasi Pendapatan Negara di Sektor ESDM melalui Teknologi Digital

Euis Rita Hartati, Minggu, 15 September 2019 | 22:50 WIB

Sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), dalam hal ini minyak dan gas serta pertambangan umum, masih menjadi andalan sebagai salah satu penyumbang pendapatan bagi negara. Berbagai kebijakan dan terobosan dilakukan untuk optimalisasi pendapatan, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi yang membawahi industri di sektor migas dan pertambangan umum mengeluarkan kebijakan sebagai satu terobosan, yakni mewajibkan penggunaan aplikasi Modul Verifikasi Penjualan (MVP) bagi pelaku industri batu bara. Kebijakan tersebut saat ini masih dalam masa transisi dan baru benar-benar akan diterapkan pada November 2019.

MVP ini diluncurkan dengan tujuan meningkatkan pengawasan kegiatan penjualan batu bara secara online. Aplikasi MVP dikeluarkan sebagai salah satu upaya menggenjot penerimaan bukan pajak (PNBP), mengingat 80% penerimaan negara dari sektor pertambangan disokong oleh penjualan batu bara. Tercatat realisasi PNBP sektor pertambangan hingga 6 September mencapai Rp 27,53 triliun, atau sekitar 63,62% dari target tahun ini sebesar Rp 43,27 triliun

Verifikasi yang dilakukan mencakup asal batu bara, kualitas, kuantitas, penerimaan negara bukan pajak serta tujuan penjualan. Hasil verifikasi dituangkan dalam Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang dicetak melalui MVP sesuai dengan data-data penjualan yang disampaikan oleh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Salah satu latar belakang aplikasi ini diciptakan karena berbagai lembaga, antara lain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maupun Indonesia Corruption Watch (ICW), menilai bahwa pengawasan terhadap penjualan batu bara belum optimal dan diindikasikan adanya kegiatan penjualan batu bara yang tidak sesuai peraturan. Alhasil mengakibatkan adanya potensi kehilangan penerimaan negara. Pasalnya kerap terjadi perbedaan data ekspor-impor batu bara baik dari negara pengimpor maupun bea cukai Indonesia, Kementerian Perdagangan serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Ini bukanlah produk perdana dari sektor pertambangan umum. Sebelumnya terdapat aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS), yakni aplikasi ini untuk mencatat, akan memudahkan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dalam mengendalikan dan mengawasi kegiatan pertambangan mineral dan batu bara.

Ada pula aplikasi ePNBP Minerba, yang merupakan sistem untuk monitoring dan pengawasan kegiatan produksi dan penjualan mineral dan batu bara yang terintegrasi dengan kewajiban pembayaran penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Memang, hingga saat ini belum semua perusahaan melaporkan data produksi dan penjualan secara rutin via MOMS, namun bukan berarti sistem ini gagal diterapkan.

blok migas-1
blok migas-1

Adapun untuk sektor migas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menerapkan program pemasangan flow meter. Flow meter merupakan alat ukur monitoring lifting di lapangan migas yang berbasis online real time.

Untuk tahap awal dengan membuat desain teranyar pemasangan alat yang akan dipasang di beberapa titik. Sejak akhir 2017 silam sudah terpasang flow meter sebanyak 200 titik. Namun program tersebut dihentikan lantaran tingkat akurasi flow meter belum maksimal.

Pemasangan alat ukur produksi ini dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2016 tentang Sistem Monitoring Produksi Minyak Bumi BerbasisOnline Real Time pada Fasilitas Produksi Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Inisiasi pemasangan flow meter lantaran ketidaksamaan data antara milik pemerintah dan data dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Dengan flow meter diharapkan data tersebut bisa sama dan akurat.

Penggunaan teknologi digital tersebut sedianya mampu mendukung tercapainya tujuan yang hendak disasar yakni transparansi yang pada akhirnya adalah optimalisasi pendapatan untuk negara, bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA