Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Optimalkan Penggunaan Lahan, PUPR Dorong Pembangunan TOD

Rabu, 30 September 2020 | 17:58 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembangunan perumahan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah daerah di Jabodetabek. Selain untuk mengoptimalkan penggunaan lahan, TOD juga mampu meningkatkan penghematan energi serta mengintegrasikan hunian masyarakat dengan sarana transportasi.

“Kami akan terus mendorong pola pembangunan perumahan dengan konsep TOD di kawasan perkotaan,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, usai membuka Webinar Peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2020, Rabu (30/9)

Menurut Khalawi, pembangunan TOD pada merupakan salah satu amanat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman khususnya di Pasal 6 yang menyatakan bahwa Pembangunan rumah umum harus mempunyai akses menuju pusat pelayanan atau tempat kerja.

Selain itu, TOD juga menjadi bagian dari UU Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun yang menyatakan bahwa setiap pembangunan rumah susun komersial, wajib menyediakan rumah susun umum paling sedikit 20% untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Lebih lanjut, Khalawi menerangkan, setidaknya ada empat manfaat dari implementasi pembangunan TOD. Pertama adalah mendorong pembangunan perumahan yang layak huni dan memiliki aksesibilitas yang baik sekaligus menyediakan jaringan transportasi umum yang terjangkau.

“TOD ini juga cocok untuk para generasi milenial yang ingin melakukan mobilisasi dengan mudah,” terangnya.

Manfaat kedua adalah optimalisasi penggunaan lahan. Pembangunan TOD secara vertikal juga bisa dilaksanakan di lokasi lahan yang sempit namun berpusat pada simpul jaringan transportasi. Sedangkan yang ketiga adalah mendorong penghematan energi.

“Salah satu penghematan energi adalah penyediaan listrik yang terfokus dan bahan bakar minyak (BBM). Jadi masyarakat bisa memanfaatkan transportasi publik massal sebagai pilihan utama moda transportasi,” tandasnya.

Adapun manfaat keempat adalah TOD dibangun secara integrasi dengan dengan sarana transportasi seperti stasiun dan terminal. Beberapa TOD kini sudah dibangun tidak jauh dari stasiun kereta api ataupun commuter line seperti Stasiun Pasar Senen, Pondok Cina, Depok Baru, Jatijajar, Citayam dan Cinere. Sedangkan TOD yang terintegrasi dengan terminal berada di sekitar terminal Poris Plawad Tangerang, Baranangsiang Bogor, Jatijajar Depok dan Pondok Cabe Tangerang Selatan.

“Kami berharap masyarakat bisa terbantu dengan pembangunan TOD ini,” harapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN