Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia (bawah), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (tengah kanan), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (tengah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (tengah), serta Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dan pembawa acara Chakry Miller (atas kiri) saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerja sama Majalah Investor dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk ini bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia (bawah), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (tengah kanan), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (tengah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (tengah), serta Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dan pembawa acara Chakry Miller (atas kiri) saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerja sama Majalah Investor dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk ini bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Optimalkan Potensi Zakat Rp 327 Triliun

Kamis, 22 April 2021 | 11:39 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Triyan Pangastuti

JAKARTA. investor.id – Optimalisasi potensi zakat nasional yang mencapai Rp 327 triliun harus digencarkan, antara lain untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan inklusi keuangan bagi 130 juta penduduk yang belum terjangkau akses perbankan.

Dengan adanya percepatan kesetaraan gender, maka bisa menambah produk domestic bruto (PDB) Indonesia US$ 135 miliar pada 2025.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, BI terus mendukung pengembangan ekonomi dan keuang an syariah. Ini termasuk dengan mendorong inklusi keuangan bagi 130 juta penduduk yang masih belum terjangkau akses per bankan, lewat pengembangan layanan bank syariah pelat merah PTBank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021

“Pasar keuangan syariah di Indonesia terus berkembang, tidak hanya melalui perbankan syariah, tetapi juga melalui pasar modal, bahkan fintech syariah. Inklusivitas pada EKSyar (cetak biru sistem pembayaran ekonomi dan ke uangan syariah) menjadi nilai tambah, ser ta mampu menjadi jembatan untuk mengurangi ketimpangan antara orang kaya dan miskin. Pasalnya, hingga saat ini, masih ada 130 juta penduduk belum terjangkau oleh akses perbankan,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam webinar bertajuk “Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia”, yang disiarkan live oleh BeritaSatu TV, Rabu 21 April 2021.

Webinar yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kartini ini merupakan kerja sama antara Majalah Investor dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Pembicara lain dalam diskusi adalah Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi, Staf Khusus Presiden Bidang Sosialdan Founder Thisable Enterprise Angkie Yidistia, pim pinan Baznas SaidahSakwan, Deputy Director Business Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum, serta Founder Fashion Brands Royal Kaftan, Eturiascarves, Royal Sulam, Royal Astana Amy Atmanto. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (bawah kanan), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (bawah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (bawah tengah) serta Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (atas kiri) saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerjasama majalah Investor dan BSI ini  bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (bawah kanan), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (bawah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (bawah tengah) serta Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu (atas kiri) saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerjasama majalah Investor dan BSI ini bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Hery Gunardi mengatakan, peran perempuan sangat signifikan di berbagai lini, seper ti rumah tangga, pendidikan, dan ekonomi, termasuk usaha di sektor ekonomi syariah. Di bidang usaha, 64% lebih usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta turunannya dikelola oleh kaum perempuan.

Ia mengatakan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia juga sudah lebih dari 53% berdasarkan data pada Agustus 2020. Angka tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan dengan partisipasi angkatan kerja laki-laki yang mencapai 83%, namun partisipasi angkatan kerja perempuan itu lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya, yang masing- masing sekitar 52% dan 52,5%.

“Menarik pula, BSI sebagai bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik BUMN juga memiliki jumlah pegawai perempuan cukup banyak. Dari total hampir 20 ribu karyawan BSI, sekitar 40% di antaranya adalah perempuan. Porsi senior management perempuan 20% dan porsi BOD sudah 20% wanita,” kata Hery.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi
Direktur Utama BSI Hery Gunardi

Hery mengatakan, peran perempuan semakin diperhitungkan di Tanah Air baik dari sisi bisnis maupun keuangan, termasuk di perbankan syariah secara umum dan BSI khususnya. Partisipasi perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di perekonomian, sosial, maupun politik, lanjut dia, bukan karena belas kasihan atau kuota yang ditetapkan oleh pemerintah atau unit usaha, namun ka rena kemampuan dan profesionalitas kaum wanita.

“Nah, webinar kali ini merupakan pengingat perjuangan RA Kartini, seorang tokoh yang memperjuangkan wanita untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan kaum lakilaki. Ini termasuk mengembangkan kewirausahaan, hasilnya saat ini kita sudah melihat banyak sekali partisipasi wanita dalam setiap aspek kehidupan,” urai Hery.

Pengentasan dari Kemiskinan

Peran perempuan berpotensi meningkat dalam ekonomi di Indonesia
Peran perempuan berpotensi meningkat dalam ekonomi di Indonesia

Saidah mengatakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatat, dampak pandemi Covid-19 membuat beban perempuan semakin berat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya peningkatan kemiskinan di Indonesia menjadi 27,4 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2019 sebanyak 24,7 juta.

“Saat ini, kita mengalami kenaikan jumlah angka kemiskinan cukup signifikan, atau konteks Baznas angka mustahiq cukup signifikan naiknya. Mustahiq ini adalah orang yang berhak menerima zakat,” tuturnya Ia mengatakan, meningkatnya kemiskinan di masa pandemi menyebabkan perempuan memiliki beban yang berat dan lebih rentan terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), dibanding laki-laki. Kemudian, ditambah beban harus membimbing anak-anaknya sekolah online atau school from home.

“Kemiskinan yang meningkat, artinya terutama yang miskin perempuan, sebab banyak sekali PHK dan yang di-PHK kebanyakan perempuan. Untuk meringankan beban masyarakat, termasuk perempuan, Baznas memiliki program pengelolaan zakat yang berasal dari mustahiq yang memiliki kemampuan logistik dan harta yang banyak. Ini saatnya gotong royong, redistribusi, saling bantu temen-temen perempuan yang terdampak pandemic Covid-19,” ucapnya.

Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Saidah Sakwan dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Saidah Sakwan dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021

Mustahiq yang terdampak pandemi, lanjut dia, sangat terbantu dengan program pemberdayaan perempuan. Mustahiq diberikan modal dan pendampingan untuk memulai usaha dan hasilnya bagus.

“Ada yang untuk industri rumahan kerupuk kulit dari modal Rp 5 juta, saat ini, mustahiq mampu mengembangkan usahanya hingga memiliki omzet Rp 34 juta. Artinya, dana zakat yang diberikan temen temen muzakki (pemberi zakat) sangat menolong para perempuan di Indonesia yang terkena dampak Covid-19,” tuturnya.

Program pendampingan lain untuk kaum perempuan yang masuk kategori mustahiq adalah membuka usaha Z-Chicken. Dengan begitu, para perempuan yang masih mustahiq ini dapat melakukan transformasi menjadi mandiri dan bangkit menjadi muzakki. Dengan demikian, dapat menjadi pemimpin bagi proses pendidikan anaknya dan ketahanan ekonomi keluarganya.

Perluasan Bidang Kerja

Ekonomi Islam Global 2019/2024
Ekonomi Islam Global 2019/2024

Deputy Director Business Incubation Shariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Indarwati Rifianingrum mengatakan, berdasarkan studi McKinsey Global Institute pada 2018, produk domestic bruto (PDB) Indonesia akan bertambah US$ 135 miliar per tahun pada 2025, jika ada percepatan kesetaraan gender. Usaha percepatan kesetaraan gender ini dilakukan lewat peningkatan partisipasi kerja.

“Partisipasi kerja perempuan diproyeksikan naik dari 50% di 2014 menjadi 56% pada 2025, sehingga menyumbang US$ 43 miliar terhadap PDB per tahun. Kemudian, untuk pekerja perempuan secara penuh-waktu diperkirakan naik dari 89% menjadi 95%, sehingga menyumbang US$ 41 miliar. Produktivitas perempuan juga diproyeksikan naik dari US$ 6.000 menjadi Rp 11.000 per tahun, sehingga ada tambahan PDB US$ 51 miliar.

Deputi Director Business Incubation Shariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Indarwati Rifianingrum dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia  yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021.
Deputi Director Business Incubation Shariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Indarwati Rifianingrum dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021.

Secara total, tambahan PDB yang bisa diperoleh mencapai US$ 135 miliar per tahun pada 2025,” paparnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu ada kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Ini antara lain dengan pelatihan bagi perempuan di industri tertentu yang sebelumnya lebih banyak dikuasai oleh laki-laki, sepanjang masih memungkinkan, misalnya di mekanik dan instalasi listrik.

Unicorn Industri Modest Fashion

Sementara itu, Amy Atmanto mengatakan, pihaknya berharap ada pelaku industri modest fashion yang menjadi unicorn, bukan hanya para startup. Unicorn merupakan gelar yang diberikan untuk sebuah startup dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar.

“Kita berharap prospek industri modest fashion di Indonesia dapat direalisasikan, lalu bagaimana kita bisa mewujudkan mimpi fashion muslim bisa menjadi unicorn? Pelaku industri modest fashion ini tentunya harus mampu menarik minat angel investor dengan kreativitas produk, sehingga mereka mau investasi di modest fashion, tidak hanya di startup atau aplikasi teknologi saja,” kata Amy.

Amy menegaskan, potensi industri modest fashion sebetulnya sangat besar. Beberapa segmen juga sedang tumbuh pesat, antara lain luxury modest fashion, modest activewear, dan men modest clothing.

Founder Fashion Royal Kaftan Amy Atmanto dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021.
Founder Fashion Royal Kaftan Amy Atmanto dalam webinar Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia yang digelar Beritasatu Media Holdings bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Rabu, 21 April 2021.

“Pelaku industri modest fashion harus terus berinovasi, apalagi sektor ini tengah tumbuh pesat. Industri modest fashion masih menghadapi sejumlah tantangan, misalnya sering pelaku fashion atau desainer terperangkap pada desain yang tradisional, kurangnya inovasi pengembangan produk fashion, keterbatasan skill pemasaran, dan ketatnya persaingan usaha. Bahan baku fashion berkualitas juga banyak yang harus diimpor,” ujar Amy.

Paling Banyak Kuliner

Indarwati mengungkapkan, peran perempuan di UMKM Indonesia sangat signifikan, dengan usaha yang paling banyak dilakukan oleh perempuan di sektor kuliner sebesar 41,69%. Berikutnya fashion dan di sektor kriya. UMKM yang dimiliki oleh perempuan menyumbang 9,1% PDB Indonesia. Mayoritas usia pelaku UMKM perempuan ini antara 36-45 tahun, dengan usia rata-rata 41 tahun. Jumlah pelaku UMKM perempuan di Indonesia mencapai 37 juta. Pada 2018, BI mencatat, total UMKM mencapai 57,81 juta, dengan lebih dari 60% dikelola oleh perempuan.

Penyandang Disabilitas 38 Juta

Sementara itu, Angkie menyebut, perempuan memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, dengan melakukan kolaborasi untuk dapat bertahan dan bersaing. “Kepemimpinan laki-laki memang beda, laki-laki selalu mencoba kompetitif tetapi perempuan kolaborasi. Bagaimana kolaborasi satu sama lain ini membuat bisa bertahan,” tuturnya.

Ia memaparkan, menjadi seorang wanita penyandang disabilitas seperti dirinya tidak mudah, sebab berbagai akses masih terbatas bagi kaum minoritas ini. Meski dalam keterbatasan, ia menekankan agar para penyandang disabilitas dapat mengubah pikiran untuk bangkit dan menyesuaikan diri dengan orang-orang kebanyakan. “Oleh karena itu, kami memiliki misi ke depan agar kelompok rentan atau minoritas lebih mudah untuk mendapatkan akses program pemerintah dan dukungan swasta.

Pasalnya, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia cukup banyak mencapai 38 juta jiwa, dan yang berada pada usia produktif mencapai 30 juta,” ucapnya.

Dukungan BI

Destry mengatakan lebih lanjut, inklusivitas pada EKSyar menjadi nilai tambah, termasuk mampu menjadi jembatan untuk mengurangi ketimpangan antara orang kaya dan miskin.

“Inklusivitas menjadi sangat penting dan nilai plus dari EKSyar bersifat lebih inklusif. EKSyar juga memiliki fungsi sosial dengan adanya sektor zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf),” ujarnya.

Blueprint atau cetak biru sistem pembayaran ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar), lanjut dia, telah dikeluarkan sejak Juni 2017. Ini merupakan bentuk dukungan BI untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (bawah kanan), Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia (atas kiri), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (bawah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (bawah tengah) serta pembawa acara Chakry Miller saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerjasama majalah Investor dan BSI ini  bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Direktur Utama BSI Hery Gunardi (atas tengah), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (atas kanan), pimpinan Baznas Saidah Sakwan (bawah kanan), Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia (atas kiri), Deputi Director Businesss Incubation Shariah KNEKS Indarwati Rifianingrum (bawah kiri), dan Founder Royal Kaftan Amy Atmanto (bawah tengah) serta pembawa acara Chakry Miller saat webinar, Rabu (21/4/2021). Webinar kerjasama majalah Investor dan BSI ini bertajuk Perempuan Tangguh yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

“Terdapat tiga pilar yang saling terkait untuk mendukung EKSyar. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah dengan mengembangkan ekosistem halal value chain, pilar ini akan memperkuat dan menyambungkan dengan seluruh pelaku usaha besar, menengah, kecil, dan mikro, serta melibatkan lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dari hulu ke hilir,” paparnya.

Pilar kedua adalah pendalaman pasar keuangan syariah dengan memaksimalkan pengembangan instrument dan infrastruktur keuangan syariah. Pilar ketiga adalah penguatan riset, assessment, dan edukasi, dengan cara memaksimalkan penguatan riset dan assessment EKSyar.

Blueprint dapat menjadi referensi penyusunan rancangan utama ekonomi syariah Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah terkemuka di dunia. Pemberdayaan perempuan dalam ekonomi dan keuangan syariah memiliki dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan,” ucapnya.

Ia mengatakan, BI berkomitmen terus melakukan koordinasi bersama perbankan syariah dan stake holders untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Berbagai program pengembangan usaha syariah pun dilakukan dengan melibatkan peran perempuan, baik pelaku usaha syariah secara umum, maupun para santri putri yang berada di lingkungan pesantren.

“Sektor usaha yang dikembangkan di antaranya fashion dengan konsep sustainable fashion, produk handicraft, dan berbagai macam tas dengan bahan alami. Selain itu, tenun yang produknya sudah siap untuk go global,” tuturnya.

Peran perempuan di UMKM Indonesia
Peran perempuan di UMKM Indonesia

Berperan dalam Investasi

Lewat dukungan BI, perempuan juga dilibatkan dalam pengembangan koperasi dengan berbagai produk olahan kelapa dengan kualitas ekspor.

Dengan terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, lanjut dia, hal ini berarti turut memberdayakan kaum perempuan sektor UMKM, dan dampaknya tidak hanya untuk kaum perempuan secara finansial independen, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi investasi, perempuan juga memiliki peranan sebagai mayoritas pembeli surat utang negara. Dari catatan Kementerian Keuangan, lanjut dia, kontribusi perempuan pada ORI terus meningkat.

“Penjualan ORI 017 sebagian besar, 55,78% dari total, ke investor perempuan dan persentasenya terus meningkat, menjadi 57,82% pada ORI 018. Bahkan untuk penerbitan terbaru Sukuk Ritel 014, dominasi perempuan 58,25%,” tandasnya.

Industri Halal Dunia

Destry mengatakan, terkait sistem ekonomi dan keuangan syariah, sejatinya tidak sepenuhnya hanya berbicara soal keagamaan dan keyakinan, melainkan lebih luas yaitu kesejahteraan, sosial, etika, dan moral serta hak asasi manusia, termasuk kesetaraan dan membuka ruang seluasnya bagi perempuan untuk berkarya.

Global Tren
Global Tren

Itulah sebabnya, negara nonmuslim pun mempraktikanekonomi keuangan syariah.

“Banyak negara nonmuslim justru sudah mempraktikkan sistem keuangan syariah yang bersifat inklusif, seperti Inggris. Bahkan London menjadi pusat bisnis dan keuangan syariah di kawasan Eropa. Bank of England juga telah meluncurkan instrumen likuiditas khusus berbasis syariah alternatif, sehingga perbankan dan institusi keuangan syariah di Inggris bisa mendapatkan akses sesuai prinsip syariah dari bank sentral,” paparnya.

Sedangkan Indarwati menuturkan, proyeksi keuangan syariah dunia tahun 2024 mencapai US$ 3,69 triliun, meningkat 5% dari posisi 2019 sebesar US$ 2,88 triliun. Untuk makanan halal pada tahun 2024 diperkirakan tumbuh 3,5% menjadi US$ 1,38 triliun. “Fashion muslim potensi naik 2,4%, media dan rekreasi naik 3,9%, dan travel ramah muslim naik 1,4%. Kemudian farmasi naik 2,3% dan kosmetik naik 2,9%,” ucap dia.

Ia memaparkan, peringkat pertama ekonomi Islam global pada 2019/2020 dipegang Malaysia. Berikutnya, di posisi kedua adalah UEA, peringkat ketiga Bahrain, keempat Arab Saudi, dan kelima adalah Indonesia. Namun, pada peringkat ekonomi Islam global tahun 2020/2021, Indonesia naik ke peringkat keempat, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya. (ns/en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN