Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Obligasi Negara Ritel/IST

Ilustrasi: Obligasi Negara Ritel/IST

ORI Recovery, Alternatif Pembiayaan Dampak Covid-19

Jumat, 27 Maret 2020 | 14:13 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah perlu mengkaji penerbitan ORI Recovery sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk pemulihan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dampak penyebaran virus corona (Covid-19).

"Masyarakat perlu diajak partisipasi untuk pemulihan ekonomi," kata mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta, Hazan Zein Mahmud kepada Investor Daily, Jumat (27/3/2020). Agar ORI Recovery tersebut diminati masyarakat, bunganya diberikan sedikit lebih tinggi dari ORI biasa (saving bond retail) yang sudah diterbitkan sebelumnya. Selain itu, bunga dari ORI Recovery dibebaskan dari pajak.

"Saya rasa akan banyak peminatnya," kata Hasan Zein. Menurut dia, banyak manfaat dengan penerbitan ORI Recovery, seperti memasyarakatkan investasi obligasi sebagai bagian dari literasi keuangan. Disamping itu, ORI Recovery juga menjadi bagian dari pendalaman pasar keuangan (financial deepening).

Selain masyarakat bisa ikut berpartisipas dalam pemulihan ekonomi, kata Hasan Zein, ORI Recovery secara tidak langsung juga menjadi alat bantuan sosial pemerintah. Sebab, instrumen tersebut tidak kena pajak. Usulan ini bisa dikaji mengingat pemerintah berencana menerbitkan Recovery Bond.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa pemerintah akan menerbitkan Recovery Bond. Instrumen tersebut merupakan surat utang pemerintah dalam bentuk rupiah yang nanti dibeli oleh Bank Indonesia (BI) maupun pihak swasta.

"Recovery Bond merupakan upaya pemerintah untuk menjaga kelangsungan dunia usaha," kata Susiwijomo. Ia menjelaskan, dana dari penjualan surat utang ini nantinya akan diberikan kepada dunia usaha untuk menyiapkan likuiditas dan kelangsungan arus kas (cash flow) korporasi.

Menurut dia, Recovery Bond merupakan surat utang pemerintah dalam bentuk rupiah yang nantinya dibeli oleh Bank Indonesia (BI) maupun pihak swasta. “Dana dari penjualan surat utang ini selanjutnya akan dipegang pemerintah kemudian disalurkan kepada seluruh dunia usaha melalui kredit khusus,” ucap Susiwijono saat video conference di Kantor Badan Pusat Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (26/3).

Susiwijono mengatakan, kredit khusus akan dibuat dengan syarat seringan mungkin, sehingga pengusaha bisa mendapatkan kredit khusus dan tetap menjalankan kegiatan usaha.

Untuk pelaksanaan penerbitan Recovery Bond, kata Susiwijono, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Pasalnya, selama ini ada keterbatasan Bank Sentral yang hanya boleh membeli surat utang dari secondary market. "Makanya pemerintah memerlukan Perppu," ujarnya.

Ditargetkan, hari Jumat (27/3) Kementerian Keuangan sudah menyelesaikan Perppu sebagai dasar penerbitan Recovery Bond ini.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN