Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Usaha Kuliner Rumahan (IST)

Usaha Kuliner Rumahan (IST)

Pandemi Gairahkan Usaha Kuliner Rumahan

Kamis, 24 September 2020 | 10:54 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

Jakarta, investor.id–Pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat harus memutar otak mencari cara untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satu upaya yang banyak dilakukan belakangan ini adalah usaha kuliner rumahan. Bisnis tersebut diperkirakan makin bergairah sebab sampai setahun ke depan masyarakat diperkirakan masih belum sepenuhnya bisa melakukan dine in atau nongkrong di restoran, di sisi lain masakan rumahan kerapkali membosankan.

Pandemi Covid-19 bukan hanya tentang krisis kesehatan, tapi juga krisis ekonomi. Di tengah kondisi yang tidak menentu akibat pembatasan aktivitas sosial, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi setidaknya akan ada 6 juta orang yang mengalami kehilangan penghasilan (PHK) akibat perekonomian yang melambat. Kondisi ini membuat beberapa orang harus memutar otak mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satu upaya yang banyak dilakukan belakangan ini adalah bisnis kuliner rumahan.

Noveri Maulana, praktisi marketing dan dosen kewirausahaan di PPM School of Management mengatakan, munculnya berbagai usaha kuliner rumahan di tengah kondisi Covid-19 patut diapresiasi sebagai bentuk kreativitas dan upaya memperbaiki kondisi perekonomian. Tren Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH) membuat kebutuhan konsumsi masyarakat di rumah tangga turut meningkat, tak heran kebutuhan akan jenis makanan yang bisa diakses dari rumah juga akan semakin meningkat.

Noveri memprediksikan, sampai setahun ke depan, orang masih belum sepenuhnya normal untuk dine in atau nongkrong di restoran. Selain itu, masakan rumahan olahan sendiri juga bisa membosankan. Sehingga, dibutuhkan jenis variasi produk kuliner yang bisa delivery ke rumah. “Di sinilah bisnis kuliner rumahan bisa memberikan peluang untuk mereka yang mau mencoba peruntungan sebagai entrepreneur,” ungkap Noveri di Jakarta, Kamis (24/9).

Sementara itu, Head of Training Product Pintaria Sally Dewi menambahkan, dalam mendukung masyarakat menjalani usaha kuliner, pihaknya memberikan berbagai jenis kursus online yang berkaitan dengan usaha kuliner yang dibimbing langsung oleh lembaga pelatihan yang terdaftar dengan pengajar profesional yang tidak hanya memberikan teknik membuat berbagai makanan, tapi juga bagaimana tips menjualnya.

Hal tersebut selaras dengan niat baik pemerintah dalam penyelenggaraan kursus Prakerja yang bisa memberikan manfaat positif dan membantu mereka yang terkena imbas ekonomi akibat Covid-19. “Melalui berbagai pelatihan di Pintaria, masyarakat bisa belajar dari ahlinya dan mendapatkan sertifikat, harapannya bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk membuat produk kuliner yang bisa dijual dan menambah penghasilan,” tutup Sally.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN