Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pandu Sjahrir. (Foto: Ist)

Pandu Sjahrir. (Foto: Ist)

Pandu Sjahrir Ingatkan Founder Waspadai Bubble Burst Start-up

Kamis, 23 Juni 2022 | 20:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.idFounding Partner AC Ventures Pandu Patria Sjahrir menyebut fenomena bubble burst perusahaan rintisan (start-up) yang terjadi belakangan ini diakibatkan naiknya suku bunga Federal Reserve dan menyebabkan cost of capital naik sejak November-Desember 2021.

Hal ini kemudian membuat banyak investor memindahkan asetnya dari perusahaan dengan pertumbuhan tinggi (high growth) dan mencari perusahaan dengan aset yang aman seperti komoditas.

Advertisement

Baca juga:  Ini Penjelasan BEI Soal Penutupan Kode Domisili Investor

"Banyak yang lari ke komoditas, juga precious metal, kepada asset class yang lain. Nah untuk perusahaan teknologi yang sangat high growth dan benefit dari low cost environment itu mereka mengalami penurunan karena banyak investor lari," kata Pandu dalam keterangan di laman Instagram pribadinya, dikutip Selasa (21/6/2022).

Namun,menurut Pandu yang juga Managing Partner di Indies Capital, saat ini justru menjadi waktu yang sangat menarik untuk melihat perkembangan start-up, karena masih adanya pertumbuhan di sektor teknologi.

"Apa sih yang berubah selama 4-5 bulan terakhir, karena pertumbuhannya masih ada. Banyak perusahaan sektor teknologi ini. Menurut saya sangat bagus untuk melihat nilai yang ada pada sektor teknologi," ucapnya.

Meski terlihat masih menggiurkan, Pandu juga mewanti-wanti founder start-up bahwa investor akan lebih berhati-hati. Investor, menurutnya, kini cenderung mencari start-up yang bisa menjadi solusi permasalahan yang ada pada masyarakat dari hulu ke hilir.

Tips untuk founder start-up

Dalam menghadapi bubble burst ini, Pandu pun memberikan tiga tips untuk pendiri atau founder start-up. Pertama mereka harus benar-benar dilihat apakah bisnis mereka mampu menghasilkan omzet atau tidak.

"Ini kadang dianggap kita harus membeli pangsa pasar. Tapi yang paling penting adalah produk market fit-nya sudah pas atau belum? Jadi Anda harus bisa belajar beradaptasi yang sangat cepat untuk melihat 'Eh saya bisa gak ya menghasilkan profit dari bisnis saya sekarang ini?'" kata Pandu.

Kedua, para founder juga harus bisa membaca dari sisi sentimen investor bahwa mereka tidak hanya cari perusahaan yang tumbuh (growth) saja. Investor pasti mencari keuntungan. "Bisa gak Anda untung sekarang? Unit economic Anda bagaimana? Jadi itu juga harus dijadikan top of mind," ujarnya.

Baca juga: Perbaikan Ekonomi Berlanjut Berkat Kinerja Ekspor

Terakhir adalah para founder jangan terus menggantungkan diri pada pendanaan dari investor. Menurut Pandu, pendiri start-up harus bisa menggunakan uang yang ada untuk terus diputar dan diinvestasikan ulang untuk pertumbuhan perusahaan mereka.

"Jadi kalau sekarang misal 'Oh saya harus (dapat pendanaan) seri A, seri B, seri C. Paling enak kalau bisa dari pre-seri A eh udah bisa loncat, nanti seri B, seri C. Bahasanya skip round, sebenarnya buat para shareholder, atau owner atau founder ini juga lebih bagus karena Anda punya equity lebih banyak di perusahaan Anda. Jadi Anda actually have a very good defensible business model," pungkas Pandu.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN