Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, memberi sambutan sesi 4 Mendorong lndustri Otomotif Ramah Lingkungan, saat forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 tahun ini mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, memberi sambutan sesi 4 Mendorong lndustri Otomotif Ramah Lingkungan, saat forum INVESTOR DAILY SUMMIT 2021, Rabu (14/7/2021). Investor Daily Summit 2021 tahun ini mengangkat tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, sebagai rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Investor Daily/David Gita Roza

Pasar Gemuk Indonesia Jadi Peluang Pengembangan EV

Rabu, 14 Juli 2021 | 13:56 WIB
Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indonesia adalah pasar penjualan dan produksi otomotif terbesar di ASEAN dalam bisnis otomotif dan diproyeksikan akan tumbuh 2 juta produksi pada 2025. Di sisi lain, permintaan untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) secara global di dunia ini diperkirakan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta EVs di 2040. Ini bisa menjadi peluang untuk mengembangkan EV.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, pertumbuhan ini mengarah pada peningkatan kebutuhan lithium ion (LIB) baterai dan diperkirakan pada tahun 2030 akan ada kapasitas lebih dari 500 GWh untuk EV ini, berdasarkan sumber BloombergNEF.

Meningkatnya penggunaan baterai juga mendorong peningkatan bahan bakunya (nikel, kobalt, litium, dan mangan). Dalam posisi tertentu, pemilik sumber bahan baku baterai ini nantinya akan memegang peranan yang sangat penting.

Dia mengatakan, baterai akan menjadi komponen paling berharga dalam EV, yang mewakili 35% dari biaya pembuatan EV. Keunggulan utama dari manufaktur EV di Indonesia adalah baterai yang terbuat dari Baterai Lithium Ion berbasis nikel.

“Hal ini didukung oleh kemampuan Indonesia dalam menyediakan sumber daya karena Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar secara global,” ucap Menperin dalam acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 Sesi 4: Mendorong Industri Otomotif Ramah Lingkungan, yang disiarkan secara daring, Rabu (14/7).

Dia mengungkapkan, saat ini ada 9 perusahaan yang mendukung industri baterai; 5 perusahaan penyedia bahan baku baterai terdiri dari nikel murni, kobalt murni, ferro nikel, endapan hidroksida campuran, dan lain-lain; dan 4 perusahaan adalah produsen baterai. Dengan demikian, Indonesia mampu mendukung rantai pasokan baterai untuk kendaraan listrik mulai dari bahan baku, kilang, manufaktur sel baterai dan perakitan baterai, manufaktur EV, hingga daur ulang EV,” ucap Agus.

Menperin menerangkan, pemerintah Indonesia mendorong industri transportasi melalui Rencana Pengembangan Industri Nasional, yang menetapkan visinya untuk menjadi pemain utama dalam industri otomotif global. Industri Alat Transportasi Menjadi Prioritas dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035.

Agus mengatakan, Indonesia telah menetapkan Roadmap Pengembangan EV melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal. Indonesia menargetkan untuk mengembangkan Industri Komponen Utama EV yaitu Baterai, Motor Listrik dan Inverter.

“Indonesia menciptakan Ekosistem EV dengan melibatkan para pemangku kepentingan yang terdiri dari produsen, produsen baterai, pilot project, konsumen, dan infrastruktur seperti charging station dan pilot project,” pungkas Menperin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN