Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sektor properti di Jakarta Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Sektor properti di Jakarta Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Pasar Properti Asia Pasifik Menguat Akhir Tahun

Kamis, 4 November 2021 | 18:31 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Perusahaan Manajemen investasi dan konsultan properti Colliers International menyebutkan bahwa pasar properti di kawasan Asia Pasifik diperkirakan bakal meningkat pada kuartal terakhir tahun 2021.

Merilis laporan Asia Pacific Market Snapshot Colliers International kuartal III- 2021, menunjukkan bahwa pasar properti di kawasan Asia Pasifik bertahan dari gejolak pembatasan Covid -19.

Managing Director, Capital Markets & Investment Services Asia Colliers Terence Tang menyatakan, momentum kebangkitan properti diperkirakan terus meningkat pada kuartal terakhir tahun ini. “Momentumnya diperkirakan akan meningkat pada kuartal terakhir, untuk membantu mengakhiri tahun dengan catatan yang kuat,” kata Terence Tang, dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Terence Tang mengatakan, kepercayaan pasar properti meningkat, terlihat di Australia. Kepercayaan bisnis di negeri Kanguru tersebut terus meningkat, karena pasar mulai bangkit setelah dilakukan dari pembatasan yang berlarut-larut. Sementara di Tiongkok, investor membuat kesepakatan di pasar utama. Di Hong Kong, sektor industri dan perhotelan juga menarik arus modal, sektor ritel menjadi penggerak utama di Singapura. Pasar properti Jepang, terbukti masih tangguh dalam menghadapi kontrol yang ketat oleh pemerintahnya. Sektor perkantoran di Korea terus berkinerja positif, karena permintaan yang bertahan lama untuk ruang kantor di Seoul.

Dijelaskannya, meningkatnya kepercayaan bisnis dikombinasikan dengan likuiditas yang cukup menghasilkan peningkatan transaksi yang melibatkan investor domestik dan asing di akhir tahun, terutama di segmen komersial, di sebagian besar pasar Asia Pasifik di kuartal III.

“Kami memperkirakan aktivitas transaksi bergerak ke arah yang lebih tinggi, karena investor berhasil melakukan negosiasi untuk jangka panjang dengan arus modal yang banyak sebelum tahun 2021 berakhir,” ujarnya.

Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia, Steve Atherton menyebutkan bahwa, pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah Indonesia baru-baru ini, berdampak kepada peningkatan lalu lintas pengunjung di mal-mal.

Kemudian, kata Steve, kebijakan pemerintah menghapus PPN hingga Desember dengan harga di bawah Rp 2 miliar diterima pasar dan sangat ampuh bangkitkan sektor properti.

“Di penghujung tahun 2021, rumah tapak, penjualan berakhir cukup baik. Apalagi adanya perpanjangan pembebasan PPN oleh pemerintah hingga Desember,” kata Steve.

Managing Director, Capital Markets & Investment Services Colliers Australia and New Zealand, John Marasco berpendapat bahwa, kebijakan pemerintah melakukan pengetatan dalam langkah pengendalian Covid-19 dan tingkat vaksinasi yang cukup tinggi, sambut pasar dengan baik.

“Kami melihat rasa optimisme pasar, kami memperkirakan akan melihat volume pasokan yang besar di kuartal IV. Begitu pula di Selandia Baru pelonggaran pembatasan akan meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan aktivitas penjualan dan penyewaan di segmen komersial,” kata John Marasco.

Menurut John, dampak dari lockdown akibat Covid-19 di Australia pada kuartal III pasar alami gejolak, sentimen bisnis akan positif terjadi pada kuartal IV atau di awal tahun 2022.

“Di Sydney, kami memperkirakan lonjakan stok yang biasanya terlihat pada Q3 akan terjadi pada Q4 atau awal Q1 2022. Dengan permintaan ruang kantor yang masih kuat, kami memperkirakan minat yang meningkat di seluruh kelas investasi, terutama di kawasan pusat bisnis (CBD),” katanya.

Catatan Colliers Asia menyebutkan bahwa, pasar Tiongkok terus alami peningkatan karena didorong oleh permintaan yang positif untuk aset komersial. Permintaan yang kuat terlihat dari pembeli domestik dan asing yang mencapai 22 transaksi di pasar utama di Tiongkok.

“Di Shanghai melihat sembilan kesepakatan senilai US$1,95 miliar pada kuartal III yang dipimpin oleh permintaan untuk kantor. Di Beijing, delapan transaksi diselesaikan dengan nilai total hampir US$1,36 miliar. Di Cina selatan, Shenzhen melihat dua transaksi dengan nilai gabungan US$512 juta dan transaksi hotel senilai US$148 juta diselesaikan di Guangzhou. Chengdu dan Xi'an masing-masing mencatat satu transaksi.

Sektor perhotelan Hong Kong alami pneingkataan arus modal. Tumbuhnya kepercayaan investor, didorong oleh suku bunga rendah dan pemulihan ekonomi. Aset hotel menerima aliran modal yang membantu segmen mencatat penjualan senilai US$202 juta, total kuartalan tertinggi sejak Q2 2020. Investor institusional tetap aktif, menyumbang 62% dari semua transaksi.

Sektor hotel menerima aliran modal yang membantu segmen mencatat penjualan senilai US$202 juta, total kuartalan tertinggi sejak Q2 2020. Investor institusional tetap aktif, menyumbang 62% dari semua transaksi.

"Kami berharap segmen industri, ritel lingkungan, dan perkantoran strata akan terus menarik perhatian investor, sementara volume transaksi akan lebih ditingkatkan oleh dana real estat yang berupaya menyebarkan modal sebelum akhir tahun,” ujar Terence Tang. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN