Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pedagang sapi di pasar Kebayoran Lama masih mogok berjualan di hari ke-2, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pedagang sapi di pasar Kebayoran Lama masih mogok berjualan di hari ke-2, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pasokan Daging Mencukupi

Jumat, 22 Januari 2021 | 08:47 WIB
Tri Listiyarini

JAKARTA, investor.id –Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok daging sapi dan kerbau pada posisi aman. Jumlah stok daging sapi dan kerbau impor per 14 Januari 2021 ada sekitar 21.980 ton, tersebar di BUMN sebanyak 15.160 ton dan di pelaku usaha/ asosiasi sebanyak 6.830 ton.

Sementara itu, jumlah stok sapi bakalan di kandang per 14 Januari sebanyak 144.279 ekor atau setara daging 32.330 ton.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah menyampaikan, potensi produksi daging sapi dan kerbau dalam negeri pada Januari sebanyak 28.790 ton, sementara kebutuhan konsumsi kurang lebih 56.720 ton. Kondisi defisit ini akan dipenuhi dari stok daging sapi dan kerbau impor dan sapi bakalan.

Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Jumlah stok daging sapi dan kerbau impor per 14 Januari ini ada sekitar 21.980 ton dan stok sapi bakalan di kandang per 14 Januari ini 144.279 ekor atau setara daging 32.330 ton. “Stok masih cukup,” kata dia di Jakarta, Kamis (21/1).

Apalagi, kata dia, nanti pada Februari 2021 juga akan dimulai pengapalan sapi dari sumber Negara lain, yaitu Meksiko, untuk menambah stok sapi bakalan di Indonesia. Selama ini, sumber sapi yang masuk ke Indonesia hanya dari Australia.

“Untuk masalah harga, tetap merupakan kewenangan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Infonya, Kemendag sudah berkomunikasi dengan para feedloter. Kementan juga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relatif cukup aman sampai dengan kebutuhan Lebaran 2021,” tutur Nasrullah.

Pedagang sapi di pasar Kebayoran Lama masih mogok berjualan di hari ke-2, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pedagang sapi di pasar Kebayoran Lama masih mogok berjualan di hari ke-2, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan Syamsul Maarif mengatakan, stok daging sapi dan kerbau masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Pada 2021, kebutuhan daging sapi dan kerbau diperkirakan meningkat menjadi 696.956 ton, sementara produksi dalam negeri meningkat dari 2020 menjadi 425.978 ton.

Selain produksi dalam negeri, masih terdapat carry over daging sapi/kerbau impor dan sapi bakalan setara daging dari 2020 sebesar 47.836 ton sehingga total produksi/ stok dalam negeri tahun ini sebesar 473.814 ton, artinya masih ada defisit daging sapi sebesar 223.142 ton.

Pedagang sapi di pasar Kebayoran Lama masih mogok berjualan di hari ke-2, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Pedagang sapi di pasar Kebayoran Lama masih mogok berjualan di hari ke-2, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pedagang daging sapi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari. Memasuki hari kedua, Pemprov DKI Jakarta memasok stok daging beku di 5 pasar. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Untuk memenuhi kekurangan daging tersebut, pemerintah akan melakukan impor sapi bakalan sebanyak 502 ribu ekor setara daging 112.503 ton, impor daging sapi sebesar 85.500 ton, serta impor daging sapi Brasil dan daging kerbau India dalam keadaan tertentu sebesar 100 ribu ton.

“Stok di akhir 2021 diperkirakan sebesar 58.725 ton diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan Januari 2022,” jelas Syamsul.

Tahun ini sejatinya terjadi penurunan impor setara daging sebesar 13,01% dari 2020. Kementan berharap tren penurunan impor ini terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya produksi daging dalam negeri.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebelumnya mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir akan terjadi kekurangan daging sapi dan kerbau di awal tahun ini. Itu lantaran stok daging yang ada cukup untuk kebutuhan masyarakat.

“Jadi kita tidak usah khawatir akan kekurangan. Dan jika kenaikan harga terjadi Kementan siap koordinasi dengan Kemendag untuk mengontrolnya,” tandas SYL.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN