Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pipia gas PGN. Foto: IST

Pipia gas PGN. Foto: IST

Pasokan Gas KJG Disetop, Laba PGN Berpotensi Terpangkas US$ 17,3 Juta

Ayu Retnaningtyas, Kamis, 26 September 2019 | 20:44 WIB

JAKARTA, investor.id – Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berpotensi terpangkas US$ 17,3 juta menyusul dihentikannya pasokan gas dari Lapangan Kepodang, Blok Muriah ke Pipa Kalimantan-Jawa (Kalija) I yang dikelolanya melalui PT Kalimantan Jawa Gas (KJG). Karenanya, PGN akan mengajukan gugatan ke Arbitrase Internasional Chambers of Commerce (ICC) atas penghentian pasokan ini.

Hal ini disampaikan oleh Direksi PGN dalam keterbukaan informasi efek Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (26/9). Dalam surat tersebut, PGN menjelaskan bahwa pasokan gas dari Lapangan Kepodang, Blok Muriah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero). Namun, pasokan gas ini dialirkan melalui Pipa Kalija I.

Pada Selasa (23/9) jam 23.59, Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) menghentikan pasokan gas dari Lapangan Gas Kepodang. Alasan penghentian ini diklaim lantaran perjanjian jual beli gas (PJBG) antara PCML dan PLN. Sehingga, perjanjian transportasi gas (gas transportation agreement/GTA) antara PCML, KJG, dan PLN juga berakhir.

“Mengingat baik KJG dan SMEL merupakan afiliasi dari Perseroan (PGN), kejadian tersebut juga secara tidak langsung berpotensi menyebabkan berkurangnya laba bersih Perseroan sebesar US$ 17,3 juta,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterbukaan tersebut.

Untuk itu, sebagai langkah mitigasi, PGN akan mengajukan Arbitrase International Chambers of Commerce (ICC) atas kewajiban ship or pay sebagaimana diatur di dalam GTA. Selain itu, PGN juga melakukan negosiasi dengan PCML dan audiensi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) maupun Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM terkait penghentian pasokan gas ini.

“Direksi perseroan dengan upaya terbaik akan mengambil tindakan utuk mencegah timbulnya atau berlanjutnya potensi kerugian tersebut,” tambah Rachmat.

Di Blok Muriah, PGN melalui Saka Energi Muriah Ltd (SEML) memiliki hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 20%. Sementara Petronas Carigali memegang kepemilikan saham partisipasi sebesar 80%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA