Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aktivitas peneliti di Laboratorium Riset dan Pengembangan di Gedung PT Bio Farma (Persero) Investor Daily/ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/aww/16

Aktivitas peneliti di Laboratorium Riset dan Pengembangan di Gedung PT Bio Farma (Persero) Investor Daily/ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/aww/16

Paten Jadi Strategi Bio Farma Tingkatkan Daya Saing

Rabu, 23 Nov 2022 | 18:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

BANDUNG, investor.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing global dalam produksi vaksin, Bio Farma pasang strategi mematenkan hasil-hasil inovasi dari dalam maupun luar perusahaan. Selain meningkatkan daya saing global, paten vaksin juga merupakan target Bio Farma untuk mencapai tujuan kemandirian vaksin nasional agar tidak lagi tergantung pada sektor impor terutama dalam hal penyediaan raw material.

"Kita sering mendengar, industri farmasi di Indonesia seperti tukang jahit, bahan dan peralatan dari luar (negeri) padahal kita punya kemampuan menjadi desainer. Untuk meningkatkan kemampuan anak bangsa ini jadi PR kami ke depan agar Indonesia bisa mandiri di bidang kesehatan," kata Direktur operasi PT Bio Farma Rahman Roestan dalam keterangan pers, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Bio Farma Kembangkan Marketplace Medbiz

Soal inovasi, Bio Farma sangat mengutamakan ide-ide dari internal perusahaan yang sifatnya bottom up. Unit-unit kerja diberikan keleluasaan untuk mengajukan ide inovasi sekecil apapun yang nantinya akan diverifikasi oleh PT Bio Farma. "Perusahaan akan memberikan arpesiasi kepada pemenang," tuturnya

Advertisement

Inovasi-inovasi dari pegawai Bio Farma pun sudah ada beberapa yang dipatenkan oleh lembaga-lembaga sertifikasi paten  "Sebagai laporan kami bahwa Bio Farma ada 13 proses yang sudah kita daftarkan. Satu masuk (fase) pelayanan teknis, 5 sudah granted (mendapatkan paten) dan sisanya dalam pemeriksaan substansif," ungkapnya.

Baca juga: Bio Farma Siapkan 5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Produksi Dalam Negeri Pertama

Tidak hanya inovasi dari internal saja, Bio Farma juga membangun kolaborasi dengan pihak luar seperti seperti universitas dan lembaga riset dalam negeri lainnya. Rahman mengatakan, pihaknya ke depan juga akan berkolaborasi dengan universitas luar negeri untuk mencari inovasi lainnya terutama dalam bidang bio teknologi dan vaksin.

"Untuk mendapatkan inovasi dan produksi vaksin di tengah pendaftaran paten, kita harus berkolaborasi, mengikuti update serta memiliki kemadirian riset," tandasnya.

Baca juga: Bio Farma Raih Penghargaan Primaniyarta

Rahman menambahkan, salah satu kolaborasi yang sukses dilakukan PT Bio Farma dengan pihak luar adalah dalam rangka pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 Indovac yang berbasis Subunit Protein Rekombinan. Dalam perjalanannya, pengembangan produksi vaksin Indovac, Bio Farma bekerjasama  dengan lembaga-lembaga seperti  Kementrian Kesehatan, Badan Litbangkes, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Eijkman dan Baylor College of Medicine.

Bahkan dalam jangka panjang menengah proses pengembangan dan produksi vaksin Indovac, Bio Farma menjalin kerjasama dalam rangka mengakuisisi teknologi baru dalam produksi vaksin dengan WHO dan CEPI serta collaborator internasional lainnya. Produksi vaksin Indovac merupakan bentuk kemandirian Indonesia dalam penyediaan vaksin Covid-19. "Kita tidak berharap ada pandemi lagi, tapi negara harus siap," pungkasnya.               

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com