Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Luhut Binsar Pandjaitan. Sumber: BSTV

Luhut Binsar Pandjaitan. Sumber: BSTV

Pekan Ini, Program Penjaminan Kredit Korporasi Non-UMKM dan Non-BUMN Diluncurkan

Senin, 27 Juli 2020 | 12:05 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pekan ini pemerintah akan meluncurkan program penjaminan pinjaman atau kredit untuk segmen korporasi non-UMKM dan non-BUMN.

Program penjaminan pinjaman ini diperuntukkan untuk mengurangi tekanan pada perusahaan dengan membantu perusahaan-perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 dapat tetap menjaga kelangsungan usahanya dan mencegah berlanjutnya pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pemerintah dalam minggu ini akan meluncurkan program penjaminan pinjaman ke sektor korporasi non-UMKM dan non-BUMN. Ini menunjukkan korporasi juga menjadi bagian yang dibantu oleh pemerintah," ujar dia, Senin (27/7). Bahkan ia menambahkan, total penyaluran pinjaman yang dijamin pemerintah hingga akhir tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp 100 triliun.

Luhut mengatakan, berbagai langkah pemulihan ekonomi dilakukan pemerintah melalui penyaluran bantuan sosial (bansos), penjaminan kredit modal kerja (KMK), dan subsidi bunga untuk UMKM. Ia berharap, berbagai program pemulihan ekonomi terimplementasi dengan baik sehingga ekonomi Indonesia tidak tumbuh negatif, juga untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Selain itu, ia menginginkan penanganan pandemi Covid-19 dapat diatasi lebih cepat seperti negara Jerman, Taiwan, dan Rusia karena sinergi yang terpadu. Sehingga, ketiga negara tersebut masuk dalam kategori negara yang lebih cepat recovery ekonominya.

“Saya berharap kita kompak, terpadu, dan terintegrasi menyelesaikan masalah ini. Sehingga tidak boleh ada yang salah-menyalahkan, jika ada kesalahan dalam satu tempat, satu teman, kita perbaiki, dan tidak dalam suasana merasa paling baik dalam situasi ini,” tandas dia.

Pada Senin (27/7) pagi telah dilakukan penandatanganan perjanjian kemitraan penempatan uang negara dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan dengan sejumlah bank pembagunan daerah (BPD) BPD.

Penempatan dana pemerintah ini merupakan tahap yang kedua setelah pada tahap pertama ditempatkan dana sebesar Rp 30 triliun di bank himpunan milik negara (Himbara). Pada tahap kedua ini, pemerintah melakukan penempatan dana kepada BPD sebesar Rp 11,5 triliun.

Rinciannya adalah, alokasi kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) senilai Rp 2,5 triliun, PT Bank DKI Jakarta Rp 2 triliun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Rp 2 triliun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) Rp 2 triliun, dan PT Bank SulutGo Rp 2 triliun.

Kemudian, dua BPD lagi sedang dalam tahap evalausi dan kajian, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Bali dan PT Bank DIY yang masing-masing akan mendapatkan penempatan dana Rp 1 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penempatan dana ini merupakan bentuk dukungan pusat dalam menangani pandemi covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, ia berharap, dengan adanya penempatan dana di BPD, penyaluran kredit BPD lebih banyak lagi, sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi. “Dukungan pembiayaan pemda dan penempatan dana BPD, wujud komitmen pemerintah pusat terhdap pemulihan kondisi yang terdampak Covid-19. Semua lini diharapkan tidak ada yang tidak dibantu pemerintah,” tutur dia.

Selain itu, menurut Luhut, program penempatan dana awal pemerintah kepada Bank Himbara senilai Rp 30 triliun saat ini sudah berjalan sangat baik. Oleh karena itu, tahap kedua dengan penempatan BPD diharapkan penyaluran kredit BPD bisa lebih banyak sehingga bisa mempercepat pemulihan ekonomi.

“Saya berharap dengan prorgam ini bisa membuat Indonesia lebih bagus dan tidak terperosok lebih jauh dari keadaan ini. Saya yakin, kita bisa dilakukan, sebab team work kita makin lama makin baik,” pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN