Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebangkitan Pariwisata Bali

Kebangkitan Pariwisata Bali

Pekerja dan Pelaku Pariwisata Bali Berharap Cakupan “Green Zone” Diperluas

Rabu, 14 April 2021 | 12:42 WIB
Komang Darmawan

 


JAKARTA, investor.id - Pekerja dan pelaku pariwisata Bali berharap cakupan Green Zone atau zona hijau bebas Covid-19 diperluas. Perluasan zona hijau itu akan membuka kesempatan lebih besar kepada pekerja dan pelaku pariwisata untuk beraktivitas kembali.

“Kami tentunya berharap cakupan green zone bisa diperluas, sehingga membuka kesempatan bagi para pekerja untuk beraktivitas kembali,” ujar Putra, seorang karyawan hotel di Kuta, Bali. Pantai Kuta dan sekitarnya merupakan salah satu destinasi wisata favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bahkan, di kalangan turis asing, Kuta menjadi salah satu icon wisata yang wajib dikunjungi, terlebih buat wisatawan yang baru pertama kali datang ke Bali. Ada ungkapan, belum sah rasanya jadi tourist ke Bali kalau tidak pernah menginjakkan kaki ke Kuta. Saking terkenalnya Kuta sebagai destinasi wisata mancanegara, sampai-sampai Kuta kemudian menjadi target pemboman oleh teroris. Saat ini, ada tiga green zone yang dietapkan di Bali. Yaitu, Ubud, Nusa Dua dan Sanur.

Harapan agar kawasan green zone diperluas juga pernah dikemukakan Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) Badung Bali Rai Surya Wijaya. Dalam acara Hot Economy yang disiarkan BeritaSatu TV, Rai mengimbau agar Kuta bisa menjadi salah satu green zone Covid-19. Hal itu akan sangat membantu pelaku pariwisata Bali, khususnya Badung, karena Kuta memiliki kontribusi besar terhadap bisnis wisata dan perhotelan di sana. Selain menghidupkan ekonomi masyarakat, termasuk pengusaha hotel, pengusaha UMKM dan pekerja, hal itu juga membantu pendapatan daerah yang merosot gara-gara corona.

Pandemi Covid-19 telah membuat pariwisata Bali terpuruk. Apalagi, setelah Bali ditutup dari masuknya wisatawan asing. Sedangkan, wisatawan domestik juga merosot karena adanya kebijakan pembatasan seperti PSBB dan PPKM.

Berdasarkan pantauan investor.id, Rabu (13/4), sejumlah destinasi wisata di Bali relatif sepi. Banyak toko tutup. Selain karena jumlah wisatawan yang memang merosot di tengah pandemi, hari ini penduduk yang beragama Hindu sedang merayakan Galungan. Sebagian besar dari mereka sembahyang di rumah masing-masing. Ada pula yang sembahyang ke pura-pura, dengan menerapkan protokol kesehatan dan diatur oleh pecalang atau satuan keamanan kampung. Sementara itu, penduduk yang beragama Islam sedang menjalani ibadah puasa di ulan Ramadan.

Percontohan

Guna menghidupkan kembali bisnis paiwisata Bali, pemerintah memang berencana untuk membuka destinasi pariwisata secara bertahap. Untuk wisatawan asing, diharapkan bisa dibuka Juli2021. Terkait dengan rencana pembukaan kembali destinasi pariwisata itu, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan tiga kawasan zona hijau, yakni, Sanur, Ubud dan Nusa Dua.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya ke Bali pertengahan Maret lalu mengemukakan, tiga zona hijau di Bali itu akan dijadikan percontohan kepada provinsi maupun Kabupaten/kota lain untuk memberikan rasa nyaman kepada wisatawan.

Vaksinasi yang kini gencar dilakukan di Pulau Dewata diharapkan akan memberikan efek luas terhadap perekonomian di Bali. Jika telah terbentuk kekebalan komunitas, pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah selanjutnya kembali membangun ekonomi di sektor pariwisata. Bila sudah terbentuk kekebalan kelompok dan jumlah Covid-19 menurun, pemerintah akan mulai ekonomi di sektor pariwisata. Meski begitu, Jokowi meminta masyarakat tetap menjalankan Protokol Kesehatan secara disiplin karena ancaman pandemi masih ada.


 

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN