Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto.

Pelaksanaan New Normal Diharapkan Berdampak Baik untuk Pariwisata

Arnoldus Kristianus, Rabu, 1 Juli 2020 | 14:35 WIB

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan mulai berjalannya era new normal diharapkan akan berdampak baik ke perekonomian. Masyarakat diharapkan mulai melaksanakan kegiatan namun tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Sehingga apa yang sudah dibuat untuk pulihkan ekonomi nasonal di kuartal ketiga bisa berjalan baik. tetapi paling penting harus diikuti adalah kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” ucap Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya pada Rabu (1/7).

Ia mengatakan salah satu sektor yang diharapkan bisa recovery dengan baik adalah pariwisata. Secara kumulatif dari Januari sampai Mei 2020 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang mencapai 2,9 juta wisman. Pada Januari 2020 jumlah kunjungan masih cukup tinggi mencapai 1,27 juta wisman. Angka ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2019 yang jumlah wismannya mencapai 1,2 juta wisman.

“Tetapi kalau dibandingkan posisi yang sama januari mei 2019, jumlah wisman kumulatif mengalami penruunan 53,36%. Dimana pada posisi yang tahun 2018 jumlah wisman mencapai 6,2 juta wisman,” ucap Suhariyanto.

Pada Mei 2020 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90 persen dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2019. Selain itu, jika dibandingkan dengan April 2020, jumlah kunjungan wisman pada Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,1%.

Kebijakan  adanya pembatasan sosial berskala besar berpengaruh pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK). pada mei sebesar 14,45%. Bila dilihat dari proporsi daerah, misalnya tingkat terendah di Bali di angka 2,07%,  Jogjakarta  sebesar 6,13% dan juga Gorontalo. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Mei 2020 tercatat sebesar 1,86 hari, terjadi penurunan sebesar 0,07 poin jika dibandingkan keadaan Mei 2019.

“Meskipun TPK di beberapa provinsi seperti Kalimantan Utara itu masih 27% dan Kalimantan Timur 26%, tetapi kita bisa melihat gimana dampak Covid terhadap tingkat penghunian kamar,” ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keberhasilan mengatasi Covid-19 akan bergantung dari upaya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal ini dilihat berdasarkan negara yang masyarakatnya cepat melakukan atau penyesuaian dan disiplin mengikuti evidence-based atau langkah-langkah berdasarkan data.

“Kalau rakyat Indonesia ingin tetap produktif yaitu masyarakat untuk berinteraksi secara sosial melakukan berbagai kegiatan dan itu bagus untuk kesehatan maupun ekonomi. Namun tetap harus  mengikuti protokol kesehatan,” ucap Sri Mulyani.

Ia mengatakan konsep baru produktif dan tetap aman dijalankan pemerintah dilakukan karena belum ada pihak yang menemukan vaksin penanganan Covid- 19. Seluruh negara  di dunia juga mengalami hal yang sama sehingga harus melakukan penyesuaian.

“Dengan melakukan penyesuaian, Insya Allah kita akan bisa melakukannya bersama-sama. Baik memulihkan ekonomi maupun memulihkan kesehatan secara bersama,” pungkas Sri Mulyani.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN