Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pelaksanaan Presidensi G20 Tahun 2022 akan Tambah Rp 7,47 Triliun ke PDB Domestik

Selasa, 14 September 2021 | 20:46 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dengan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan  G20 di tahun 2022 akan membawa dampak ke  peningkatan konsumsi domestik yang diperkirakan bisa mencapai Rp 1,7 triliun.  Diharapkan akan ada penambahan ke Produk Domestik Bruto (PDB) hingga  Rp 7,47 triliun dan pelibatan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

“Secara agregat acara diharapkan akan berdampak 1,5 Sampai 2 kali dari  efek yang dicapai dalam pertemuan  IMF (International Monetary Fund) WB (World Bank) tahun 2018 yang lalu. Karena akan ada sekitar 150 pertemuan selama  satu tahun atau 12 bulan,” ucap Airlangga dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G-20 Indonesia tahun 2022 pada Selasa (14/9).

Pelaksanaan Presidensi G-20  dengan tema Recover Together, Recover Stronger di Indonesia ini dinilai akan menjadi momentum bagi pemerintah untuk menampilkan keberhasilan reformasi struktural misalnya  Undang Undang Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

“Tentunya ini akan mendorong confidence dari investor global untuk percepatan pemulihan ekonomi yang mendorong kemitraan global yang saling menguntungkan,” kata Airlangga.

Sementara itu dari aspek pembangunan sosial Indonesia berpeluang pendorong topik pembahasan yang terkait dengan produksi dan distribusi vaksin. Pemerintah Indonesia terus mendorong agar vaksin ini menjadi global public goods.

“Serta aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia dan negara berkembang yang berpendapatan rendah,” ucap Airlangga.

Airlangga mengatakan  amanah sebagai presiden tinggi 20 Indonesia yaitu mendorong koordinasi kebijakan global yang berkontribusi terhadap tata kelola  dunia yang seimbang dan membuat  G20 adaptif terhadap krisis memperjuangkan kepentingan nasional di forum global. Termasuk isu  transformasi digital dan ekonomi inklusif.

Pemerintah menekankan sinergi dan koordinasi kuat antara Kementerian dan lembaga yang terlibat dalam 16 working group dan elemen non pemerintah serta masyarakat sipil dan madani yang terlibat di dalam 10 engagement Group.

Keterlibatan berbagai unsur lapisan masyarakat ini mengindikasikan demokratisasi dalam pembahasan, juga penentuan isu-isu strategis di tatanan global dan pelibatan seluruh kelompok kepentingan. Hal  ini mencerminkan langkah inklusif keterbukaan pemerintah untuk merangkul seluruh komponen masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi nasional  yang kuat dengan tata kelola yang baik

“Upaya ini juga menegaskan kepada dunia internasional Indonesia siap untuk menjadi lokomotif pemulihan ekonomi global dengan semangat konsensus dan kebersamaan,” kata Airlangga.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN